-
Donald Trump menyebut Kuba sebagai target militer AS berikutnya setelah Iran dan Venezuela.
-
Presiden Miguel Diaz-Canel menegaskan kemerdekaan Kuba tidak akan pernah bisa dinegosiasikan dengan AS.
-
Trump meminta media mengabaikan pernyataannya mengenai target operasi militer terhadap negara Kuba tersebut.
Suara.com - Ketegangan perang antara Amerika Serikat dan Kuba memasuki babak baru yang cukup mengejutkan publik internasional.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melemparkan pernyataan kontroversial mengenai arah kebijakan luar negeri dan kekuatan militernya.
Negara yang terletak di Karibia tersebut diprediksi akan menjadi sasaran prioritas bagi militer Washington dalam waktu dekat.
Langkah ini menyusul rangkaian tindakan tegas yang sebelumnya telah diambil oleh pemerintah Amerika terhadap Teheran.
Trump secara terbuka membandingkan situasi ini dengan apa yang telah dicapai pihaknya di wilayah Timur Tengah.
Kepala negara adidaya tersebut mengklaim bahwa kesuksesan di Iran menjadi barometer untuk langkah selanjutnya.
Ia merasa telah berhasil membangun struktur pertahanan yang sangat masif selama masa jabatannya memimpin negara.
Meskipun awalnya berniat untuk tidak menggunakannya, Trump merasa situasi tertentu memaksa kekuatan tempur itu bergerak.
Secara eksplisit, ia mengidentifikasi negara kepulauan tersebut sebagai titik fokus serangan atau intervensi militer mendatang.
Baca Juga: Iran Klaim 500 Tentara Amerika Tewas Kena Rudal di Dubai, Wilayah Arab Jadi Kuburan Militer AS
Pernyataan berani ini disampaikan dalam sebuah forum bisnis internasional yang berlangsung di kawasan Arab Saudi.
"Saya membangun militer yang hebat ini. Saya berkata, 'Anda tidak akan pernah perlu menggunakannya,' tetapi terkadang Anda harus menggunakannya. Dan Kuba adalah target selanjutnya," kata Trump di Future Investment Initiative, sebuah konferensi bisnis Saudi.
Setelah melontarkan kalimat tersebut, ia menunjukkan sikap yang tidak biasa di hadapan para awak media.
Trump seolah-olah ingin menarik kembali ucapan yang baru saja keluar dari mulutnya di podium tersebut.
Ia meminta agar pernyataan mengenai serangan ke Kuba tidak dipublikasikan secara luas oleh institusi pemberitaan dunia.
"Tapi anggap saja saya tidak mengatakan itu. Tolong, anggap saya tidak mengatakannya. Tolong, tolong, tolong, media, tolong abaikan pernyataan itu," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Korban Gempa Venezuela Tembus 1400 Jiwa, Infrastruktur Negara Lumpuh Total
-
KPK Minta RS Polri Segera Tuntaskan Perawatan Gus Yaqut
-
Roy Suryo: Penangkapan Saya Seperti Film G30S/PKI, Polisi Masuk Kamar dan Larang Mandi!
-
Sadis Kasus Mayat Dalam Koper di Thailand, Warga Australia Bunuh Perempuan 17 Tahun
-
DPR Minta Kasus Judi Online Rp13,9 Triliun Tak Berhenti di Operator, Bos Besar Harus Diungkap
-
Roy Suryo Telat Masuk Ruang Sidang: Tadi Saya Harus Wajib Lapor Dulu di Kejaksaan Jaksel
-
Gagal Sembunyi! Penyelundup 325 Kg Sabu Thailand Gunakan Chat Enkripsi Militer Ditangkap Bareskrim
-
Ada Bukti CCTV! Korban Pencurian di Jakpus Protes Kasus Malah Dihentikan Polisi
-
Gugat Polisi dan Jaksa di Kasus Ijazah Jokowi! Roy Suryo Jalani Sidang Praperadilan Hari Ini
-
Media Iran Terang-terangan Sebut Teheran Tak Punya Pilihan Perlu Bangun Senjata Nuklir