-
Perang Iran-AS memicu lonjakan harga minyak 45% akibat penutupan jalur strategis Selat Hormuz.
-
Mojtaba Khamenei menjadi pemimpin baru Iran menggantikan Ayatollah Ali Khamenei yang tewas terbunuh.
-
Kerugian pasar keuangan dunia mencapai 11,5 triliun dolar disertai krisis energi di berbagai negara.
Suara.com - Genap satu bulan sudah perang bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran mengguncang stabilitas dunia.
Pertempuran yang meletus sejak akhir Februari 2026 ini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir dalam waktu dekat.
Gelombang serangan udara dan darat masih terus menghiasi berbagai titik strategis di wilayah Timur Tengah hingga saat ini.
Ketegangan justru semakin meningkat seiring dengan aksi balasan yang diluncurkan oleh pihak Iran beserta kelompok sekutunya.
Dunia internasional kini berada dalam bayang-bayang ketidakpastian ekonomi yang sangat mengkhawatirkan akibat pecahnya peperangan ini.
Pergantian Kepemimpinan Tertinggi di Teheran
Fakta mengejutkan muncul saat Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia akibat operasi militer gabungan.
"Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dalam serangan gabungan AS dan Israel di Teheran," tulis laporan resmi tersebut.
Kabar duka ini sempat memicu kesimpangsiuran informasi sebelum otoritas resmi di Teheran memberikan konfirmasi final kepada publik.
Baca Juga: Dampak Perang AS-Israel, Iran Segel Selat Hormuz Hingga Harga BBM Terus Melejit
Majelis Ahli bergerak cepat dengan menunjuk Mojtaba Khamenei untuk memegang tonggak kepemimpinan tertinggi di negara para mullah itu.
Langkah suksesi ini dianggap sebagai poin krusial yang akan menentukan arah kebijakan luar negeri Iran di masa depan.
Lumpuhnya Jalur Perdagangan Minyak Internasional
Sebagai bentuk perlawanan, militer Iran mengambil keputusan drastis dengan memblokade akses pelayaran di Selat Hormuz secara total.
Penutupan jalur laut ini menjadi pukulan telak bagi distribusi energi lantaran sepertiga minyak dunia bergantung pada rute tersebut.
Dampaknya langsung terasa di pasar internasional dengan kenaikan harga minyak mentah yang menyentuh angka 45 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus
-
Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
-
Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027
-
Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China
-
Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Bisa Dipidana 1 Tahun Penjara
-
Curhat Nadiem Usai Dituntut 18 Tahun: Saya Patah Hati karena Sangat Cinta Negara Ini
-
Biar Nggak Merasa Ketipu, Ini Alasan Hukum Kenapa Kuota Internet Kamu Hangus Saat Masa Aktif Habis
-
Bukan 18 Tahun, Nadiem Makarim Bongkar Hitungan Jaksa: Total Saya Dituntut 27 Tahun Penjara!
-
Prabowo Bangga, Gaji Hakim RI Naik 280 Persen dan Kini di Atas Malaysia
-
Prabowo Tantang Satgas PKH: Takut Bandit atau Berani Bela Rakyat?