- Diplomat Pakistan, Turkiye, Mesir, dan Arab Saudi bertemu di Islamabad bahas eskalasi konflik AS-Israel melawan Iran.
- Konflik memasuki hari ke-30, ditandai serangan balasan Iran, termasuk mengenai sasaran di Haifa dan Ben Gurion.
- Iran mengancam serangan balasan ke universitas AS-Israel dan muncul dorongan keluar dari Traktat Non-Proliferasi Nuklir.
Suara.com - Diplomat senior dari Pakistan, Turkiye, Mesir, dan Arab Saudi dijadwalkan berkumpul di Islamabad untuk melakukan pembicaraan intensif guna mengakhiri konfrontasi militer antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran.
Upaya diplomatik ini dilakukan tepat saat konflik memasuki hari ke-30 dengan eskalasi yang kian meluas ke berbagai wilayah di Timur Tengah.
Situasi di kawasan semakin memanas setelah kelompok Houthi dari Yaman resmi terlibat dalam peperangan dengan meluncurkan rudal ke arah Israel pada Sabtu (28/3/2026).
Di tengah kebuntuan ini, krisis energi global terus memburuk seiring dengan belum adanya tanda-tanda deeskalasi.
Dilansir via Aljazeera, pada hari ini, Minggu pagi (29/3/2026), ledakan dahsyat kembali mengguncang Teheran.
Laporan dari kantor berita Mehr menyebutkan serangan udara menghantam kawasan pemukiman di dekat kota Shaft, yang mengakibatkan dua orang tewas dan lima lainnya luka-luka.
Selain itu, kantor berita Fars melaporkan serangan juga menyasar lingkungan Saadat Abad di Teheran Utara serta wilayah pemukiman di bagian barat ibu kota.
Di Saadat Abad, tiga orang dilaporkan terluka, sementara di wilayah barat tercatat sembilan korban luka. Sebelumnya, pada hari Sabtu, serangan udara juga menghancurkan fasilitas air di Provinsi Khuzestan dan menewaskan satu keluarga yang terdiri dari empat orang di Provinsi Bushehr.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dilaporkan telah melancarkan serangan balasan menggunakan sistem rudal jarak menengah dan jauh, serta drone serbu.
Baca Juga: Update Terbaru, Dua Kapal Tanker PIS Usai Iran Berikan Respons Positif
Saluran televisi Press TV mengklaim bahwa militer Iran berhasil menargetkan berbagai industri strategis milik musuh dan menembak jatuh satu unit drone MQ9 milik AS serta menghantam jet tempur F-16.
Angkatan Darat Iran juga menyatakan telah menghancurkan pusat radar dan peperangan elektronik milik perusahaan pertahanan Israel, Elta, di Haifa.
Selain itu, pusat penyimpanan bahan bakar di Bandara Ben Gurion turut menjadi sasaran serangan pada Sabtu kemarin.
Diplomasi dan Ancaman Keluar dari Traktat Nuklir
Di Teheran, ketegangan politik meningkat seiring dengan ancaman Iran untuk melakukan serangan balasan terhadap universitas-universitas di Amerika Serikat dan Israel yang berada di kawasan Timur Tengah.
Langkah ini diambil sebagai respons atas pengeboman fasilitas pendidikan tinggi di Iran oleh pasukan koalisi AS-Israel.
Berita Terkait
-
Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan
-
Serangan AS-Israel di Bandar Khamir Tewaskan 5 Warga Iran, Teheran Balas Hantam Fasilitas Aluminium
-
Rudal Houthi Yaman Hantam Israel di Hari ke-30 Perang Timur Tengah
-
Benjamin Netanyahu Makin Tak Jelas, Israel Habis Digempur Iran Tanpa Ampun
-
Iran Siapkan Rencana Darurat Keluar dari NPT Nuklir Demi Balas Serangan Udara Israel
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat
-
Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025
-
Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah
-
Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan
-
KPPU Sanksi 97 Pinjol Rp 755 Miliar, Asosiasi Ngotot Ajukan Banding
-
Penjelasan Kemenkeu soal Lapor SPT Purbaya Kurang Bayar Rp 50 Juta di Coretax
-
Purbaya Klaim Bos Danantara Sepakat PNM Dialihkan ke Kemenkeu
-
Moodys Beri Sinyal Waspada, PERBANAS Klaim Fundamental Bank Himbara Tangguh
-
EV Kian Diminati, Transaksi SPKLU PLN Tembus Rekor Tertinggi 18.088 Kali pada H+2 Idulfitri 1447 H
-
BRI KPR Solusi Hadirkan Kemudahan Beli Properti dari Lelang Bank dengan Proses Praktis