-
Inggris menyiapkan kapal RFA Lyme Bay untuk operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz.
-
Kapal ini akan membawa 500 pasukan serta armada drone bawah air yang canggih.
-
Langkah ini diambil guna mengamankan jalur pelayaran niaga dari ancaman sabotase bawah laut.
Suara.com - Pemerintah Inggris kini mulai mengambil langkah konkret untuk memperkuat kehadiran militer mereka di kawasan perairan Selat Hormuz.
Armada Royal Navy dilaporkan sedang mempersiapkan kapal evakuasi khusus yang membawa teknologi deteksi canggih untuk menyisir ancaman bawah air.
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan yang dapat menghambat arus logistik global.
Fokus utama dari misi ini adalah pengerahan unit pembersih ranjau yang akan dioperasikan melalui sistem kendali jarak jauh.
RFA Lyme Bay menjadi aset utama yang dipersiapkan untuk menjalankan mandat pengamanan di jalur pelayaran yang sangat krusial tersebut.
Persiapan Kapal Pendarat Amfibi Inggris
Saat ini kapal pendarat amfibi tersebut diketahui masih berada di Gibraltar untuk menjalani serangkaian perawatan teknis rutin.
Meskipun awalnya dijadwalkan untuk latihan di Mediterania, rencana darurat kini mulai mengarahkan haluan kapal ke wilayah Timur Tengah.
Menteri Pertahanan Inggris John Healey dikabarkan telah memberikan lampu hijau terkait otorisasi rencana pengerahan kapal raksasa ini.
Baca Juga: Iran Terapkan Rezim Navigasi Baru di Selat Hormuz, Kapal Wajib Bayar Tarif Transit
Kapal dengan panjang mencapai 580 kaki ini dirancang untuk mampu mengangkut beban logistik berat dalam kondisi lingkungan yang ekstrem.
Kekuatan utama kapal ini terletak pada kemampuannya menjadi pusat komando bagi berbagai perangkat otonom di bawah permukaan laut.
Teknologi Drone dan Pemindai Dasar Laut
Nantinya kapal tersebut akan dibekali dengan sistem pembersihan ranjau otonom yang mencakup drone bawah air generasi terbaru.
Keberadaan drone ini memungkinkan tim militer untuk memetakan kondisi dasar laut tanpa harus membahayakan nyawa personel secara langsung.
Operasi pembuangan ranjau akan dilakukan secara presisi dengan bantuan kapal pemburu ranjau yang terintegrasi di dalam sistem RFA Lyme Bay.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
HUT RI 2026 Diprediksi Padat, Polisi Buka 27 Kantong Parkir di Monas, GBK, hingga Ancol
-
Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI
-
Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
-
Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu
-
Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya
-
Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal
-
Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat