News / Nasional
Selasa, 31 Maret 2026 | 18:27 WIB
Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 25/Siwah, Kolonel Inf. Dimar Bahtera. (Suara.com/Hiskia)
Baca 10 detik
  • Jenazah Praka Farizal telah dievakuasi dan disemayamkan di East Sector Headquarters Lebanon.
  • Autopsi standar akan dilakukan di rumah sakit Beirut setelah situasi keamanan dinyatakan kondusif.
  • Repatriasi jenazah akan melibatkan prosedur internasional kompleks, kemungkinan melalui negara sekitar karena penutupan ruang udara Lebanon.

Suara.com - Proses pemulangan jenazah Praka Farizal Rhomadhon, prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon masih terus berproses.

Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 25/Siwah, Kolonel Inf. Dimar Bahtera, menuturkan bahwa jenazah kini sudah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian perkara (TKP). Saat ini jenazah sudah disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ).

"Sudah di headquarter sudah ada di penyolatan jenazah dan lain semuanya oleh rekan-rekan yang satu area," kata Dimar saat ditemui di rumah duka, Lendah, Kulon Progo, DI Yogyakarta, Selasa (31/3/2026).

Setelah proses penghormatan internal oleh rekan sejawat di markas besar selesai, jenazah direncanakan akan segera dibawa menuju ibu kota Lebanon untuk menjalani prosedur medis lebih lanjut.

"Nanti direncanakan untuk dievakuasi ke rumah sakit di Beirut kalau tidak salah. Nanti di situ baru dilakukan autopsi standar yang rumah sakit lebih lengkap," lanjutnya.

Disampaikan Dimar, pihak Satgas dan UNIFIL pun masih terus memantau perkembangan situasi keamanan di lapangan. Jika kondisi dinyatakan cukup kondusif maka tindakan autopsi akan segera dilakukan.

"Itu (autopsi) kemungkinan baru bisa dilakukan besok jika keadaannya kondusif. Nah, setelah itu baru nanti dilaksanakan proses repatriasi oleh PBB," ungkapnya.

Anggota TNI menata karangan bunga dukacita di kediaman almarhum Praka Farizal Rhomadhon, Sidorejo, Lendah, Kulon Progo, D.I Yogyakarta, Selasa (31/2/2026). [ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/tom]

Dimar memaparkan bahwa mekanisme repatriasi melibatkan tahapan birokrasi dan dokumen internasional yang cukup kompleks. Termasuk dalam proses pemulangan ke tanah air.

Hal itu mengingat ruang udara Lebanon saat ini masih ditutup untuk penerbangan sipil akibat konflik.

Baca Juga: DPR Minta Operasi Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon Dihentikan Sementara Jika Situasi Tak Aman

"Nanti mungkin penerbangannya dari mana, mungkin bisa jadi melalui Mesir ataupun Jordania, karena mungkin situasi di dalam Lebanon sendiri untuk penerbangan sipil kan close," terangnya.

"Sehingga harus melibatkan melalui bandara-bandara di negara sekitar dan sudah langsung di-handle sama Kementerian Luar Negeri sama Atase Pertahanan," tambahnya.

Rencananya, kata Dimar, setibanya di tanah air nanti, jenazah akan menerima penghormatan resmi dari negara sebelum diterbangkan ke kampung halaman.

"Mungkin akan dilakukan (penghormatan) di Mabes TNI atau mungkin di PMPP atau di Kemhan, kemudian baru dibawa ke Aceh, tapi mungkin tidak ke Aceh, tapi nanti langsung mungkin bisa ke sini (Kulon Progo)," tandasnya.

Load More