- Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya dua prajurit TNI di Lebanon pada Senin (30/3) karena ranjau.
- Dave mendesak Mabes TNI dan Kemhan mengevaluasi ulang penugasan, jumlah personel, atau strategi operasi pasukan di UNIFIL.
- Pihak DPR meminta investigasi mendalam terkait potensi pelanggaran hukum internasional atas penanaman ranjau tersebut.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya lagi dua prajurit TNI yang bertugas dalam pasukan Indonesia di bawah naungan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada Senin (30/3).
Menurutnya, dilaporkan dua prajurit tersebut tewas akibat ledakan ranjau dahsyat yang disusul dengan serangan bersenjata saat proses evakuasi berlangsung.
"Dengan hati yang amat berat dan sedih, saya menyampaikan belasungkawa kepada dua prajurit TNI yang tewas akibat ranjau. Bahkan ketika mencoba dilakukan evakuasi, mereka tetap dihujani serangan bersenjata," ujar Dave Laksono di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Dave menekankan bahwa meskipun risiko kehilangan nyawa selalu ada di daerah konflik, gugurnya prajurit dalam misi perdamaian adalah hal yang semestinya bisa dihindari.
Menurutnya, personel TNI dikirim ke wilayah tersebut bukan untuk bertempur dalam perang, melainkan untuk menjaga perdamaian.
Merespons tragedi ini, politisi Partai Golkar tersebut mendesak Mabes TNI dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk melakukan evaluasi mendalam dan menyeluruh terhadap keberadaan prajurit Indonesia di Lebanon.
Ia mempertanyakan apakah jumlah personel perlu dikurangi atau strategi operasinya diubah demi keselamatan.
"Keselamatan prajurit harus diutamakan. Harus ada evaluasi ulang, apakah jumlahnya perlahan dikurangi, atau operasinya diubah menjadi tetap berada di dalam markas saja. Mabes TNI dan Kemhan harus memetakan ulang tugas-tugas di sana," tegasnya.
Ia mencatat bahwa dari total sekitar 5.000 personel pasukan perdamaian PBB di wilayah tersebut, sekitar 800 di antaranya merupakan prajurit TNI.
Baca Juga: TAUD: Belasan Orang Terlibat Operasi Intelijen Serang Aktivis KontraS
Mengingat konflik antara Hizbullah dan Israel yang masih terus berkecamuk, Dave meminta ketegasan dari PBB maupun pemerintah Indonesia.
"Jika memang tidak bisa dinyatakan aman, sebaiknya operasi dihentikan terlebih dahulu sampai situasi benar-benar kondusif. Misi militer ini harus diredefinisikan ulang, jelas tugas dan kewajibannya sejauh mana," imbuhnya.
Dave juga menyoroti adanya potensi pelanggaran hukum internasional dalam insiden ledakan ranjau tersebut.
Ia mendesak adanya investigasi khusus dan mendalam untuk mengetahui siapa pihak yang bertanggung jawab atas penanaman ranjau di jalur patroli pasukan PBB.
"Harus ada investigasi mengapa ini bisa terjadi. Siapa yang menanam ranjau itu? Jika itu adalah perlintasan umum lalu ditanam ranjau, maka itu adalah pelanggaran perang atau war crimes," katanya.
Ia menuntut agar investigasi dilakukan secara terbuka dan melibatkan semua pihak terkait. Hal ini dianggap krusial untuk memastikan keadilan bagi para korban serta menjamin keselamatan prajurit TNI lainnya yang masih bertugas di wilayah konflik tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?