- Pemerintah Indonesia menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI saat misi perdamaian UNIFIL di Lebanon.
- Mensesneg telah berkoordinasi untuk upaya pemulangan jenazah dan peningkatan kewaspadaan pasukan di lapangan.
- Pemerintah RI mengutuk serangan yang menyebabkan korban jiwa serta mendesak investigasi transparan PBB.
Suara.com - Pemerintah Indonesia menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian di Lebanon dalam naungan Pasukan Sementara PBB (UNIFIL).
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa pemerintah turut berbelasungkawa atas peristiwa tersebut.
"Berkenaan dengan berita gugurnya tiga prajurit TNI kita yang sedang menjalankan tugas sebagai anggota penjaga perdamaian di Lebanon, mewakili Bapak Presiden tentunya kami pemerintah menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya," kata Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan, pemerintah telah melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk merespons kejadian ini, termasuk dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan jajaran TNI.
"Kami juga sebagai Mensesneg telah berkoordinasi dengan Menteri Pertahanan, dengan Kementerian Luar Negeri, termasuk dengan Panglima TNI dalam hal melakukan upaya yang terbaik untuk pemulangan jenazah ketiga prajurit yang gugur, sekaligus memberikan briefing kepada seluruh pasukan dan prajurit yang masih bertugas di lapangan untuk meningkatkan kewaspadaan," kata Prasetyo.
Sebelumnya, pemerintah juga telah mendorong dilakukannya pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa serta mendesak investigasi menyeluruh dan transparan atas insiden tersebut.
Menteri Luar Negeri, Sugiono, bahkan telah berkomunikasi langsung dengan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, untuk membahas gugurnya prajurit Indonesia tersebut.
Indonesia, lanjut Sugiono, mengutuk keras serangan yang menyebabkan korban jiwa dan menegaskan bahwa keselamatan pasukan penjaga perdamaian harus menjadi prioritas utama.
Salah satu prajurit yang gugur adalah Praka Farizal Rhomadhon, yang dilaporkan tewas akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen Indonesia di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan pada Minggu (29/3).
Baca Juga: Kasus Andrie Yunus dan Kudeta Merayap: Eks BAIS Desak Presiden Copot Panglima TNI dan Kapolri
Selain itu, dua prajurit lainnya yang gugur saat menjalankan tugas pengawalan pasukan UNIFIL pada Senin (30/3) adalah Zulmi Aditya Iskandar dan Muhammad Nur Ichwan.
Peristiwa ini menambah daftar panjang risiko yang dihadapi prajurit Indonesia dalam menjalankan misi perdamaian dunia, sekaligus menjadi perhatian serius pemerintah untuk memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh personel yang bertugas di wilayah konflik.
Berita Terkait
-
Kasus Andrie Yunus dan Kudeta Merayap: Eks BAIS Desak Presiden Copot Panglima TNI dan Kapolri
-
DPR Minta Operasi Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon Dihentikan Sementara Jika Situasi Tak Aman
-
Harga Minyak Makin Mendidih: Iran Serang Tanker, Israel Intens Serbu Lebanon
-
3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Desak PBB Gelar Rapat Darurat DK
-
Eks Intelijen Bongkar Kejanggalan Kasus Andrie Yunus: Ini Upaya Kudeta Merayap!
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis