- Warga Korea Selatan memborong kantong sampah akibat kekhawatiran gangguan pasokan bahan baku plastik imbas konflik di Timur Tengah.
- Lonjakan pembelian mencapai ratusan persen di berbagai ritel, memaksa pihak toko membatasi jumlah pembelian kepada setiap pelanggan.
- Pemerintah Korea Selatan menegaskan stok kantong sampah nasional tetap aman karena produksi didukung bahan baku hasil daur ulang.
Suara.com - Di saat banyak negara waspada terhadap potensi panic buying bahan bakar akibat imbas konflik di Timur Tengah, Korea Selatan justru menghadapi fenomena tak biasa: warganya berbondong-bondong memborong kantong sampah.
Laporan The Korea Times, dalam beberapa hari terakhir, lonjakan pembelian kantong sampah terjadi di berbagai wilayah Korea Selatan. Rak-rak di sejumlah toko ritel dilaporkan nyaris kosong, dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap potensi gangguan pasokan bahan baku plastik di tengah konflik geopolitik di Timur Tengah.
Fenomena ini bukan tanpa alasan. Berbeda dengan banyak negara lain, kantong sampah di Korea Selatan bukan sekadar barang pelengkap rumah tangga. Pemerintah setempat menerapkan sistem pengelolaan limbah yang ketat, di mana warga wajib menggunakan kantong resmi sesuai jenis sampah yang dibuang.
Artinya, tanpa kantong tersebut, aktivitas membuang sampah sehari-hari bisa terganggu.
Kekhawatiran pun muncul ketika isu gangguan pasokan nafta, bahan turunan minyak mentah yang menjadi dasar produksi plastik, mulai mencuat. Konflik di Timur Tengah dinilai berpotensi mengganggu rantai pasok minyak global, yang pada akhirnya bisa berdampak pada industri petrokimia, termasuk produksi kantong sampah.
Sejumlah peritel mencatat lonjakan penjualan yang signifikan dalam waktu singkat. E-Mart melaporkan kenaikan hingga 287 persen, GS25 mencapai 325 persen, sementara Lotte Mart mencatat peningkatan 140 persen. Bahkan, ada laporan yang menyebut penjualan kantong sampah melonjak hingga tiga kali lipat.
Kantong sampah khusus limbah makanan pun ikut diburu, dengan peningkatan penjualan mencapai dua kali lipat.
Lonjakan ini membuat beberapa toko mulai memberlakukan pembatasan pembelian untuk mencegah penimbunan dan menjaga distribusi tetap merata.
Meski demikian, pemerintah Korea Selatan berupaya meredam kepanikan. Otoritas menegaskan bahwa stok kantong sampah nasional masih dalam kondisi aman dan produksi tetap berjalan.
Baca Juga: Belanja Tetap Ramai, OECD Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 4,8% pada 2026
Salah satu faktor penopangnya adalah penggunaan bahan daur ulang dalam proses produksi, yang membuat industri tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan bahan baku baru seperti nafta.
Pemerintah juga memastikan distribusi antarwilayah bisa dilakukan jika terjadi kekurangan di area tertentu.
Fenomena ini menunjukkan satu hal menarik: kepanikan publik bisa muncul dari hal yang sangat kontekstual.
Jika di banyak negara kekhawatiran berpusat pada BBM atau bahan pangan, di Korea Selatan justru kantong sampah menjadi barang krusial yang diperebutkan. Sistem yang tertib dan terstandarisasi membuat satu komoditas kecil memiliki dampak besar dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah ketidakpastian global, bukan hanya energi atau makanan yang bisa memicu kepanikan, bahkan kantong sampah pun bisa jadi sumber kekhawatiran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
Terkini
-
Mobil Terlaris Toyota 2026 Januari hingga Juli, MPV Masih Jadi Raja
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Kepala SPPG Dinonaktifkan Imbas Puluhan Siswa Keracunan MBG di Dumai
-
Komdigi Pantau Pemulihan 200 BTS di Flores yang Diguncang Gempa 7,7
-
Instruksi Pimpinan DPR ke Legislator: Koordinasikan Bantuan dan Evakuasi Korban Gempa NTT
-
Kapan Waktu Terbaik Pakai Juva Wrinkle Warrior ZAP? Simak Panduannya Biar Wajah Kencang Awet Muda
-
Desa Les Buleleng Bali Menanam Masa Depan Lewat Konservasi Terumbu Karang
-
Cocok Ditonton Keluarga 9-10 Oktober, Drama Musikal Sirena Angkat Kisah Putri Duyung Terdampar
-
Presiden Prabowo Kirim 50 Ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT
-
Gus Rozin: NU Perlu Lebih Banyak Mendengar Suara dari Jamaah di Luar Jawa