Foto / News
Senin, 30 Maret 2026 | 19:14 WIB
Warga belanja alat kecantikan di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Senin (30/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Warga mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Senin (30/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Warga mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Senin (30/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Warga belanja tas salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Senin (30/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Warga mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Senin (30/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Warga mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Senin (30/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Warga berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Senin (30/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Warga mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Senin (30/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Warga mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Senin (30/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Warga belanja alat kecantikan di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Senin (30/3/2026). The Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 4,8% pada 2026 dan 5% pada 2027.

Prediksi pertumbuhan ekonomi 2026 itu turun dari perkiraan sebelumnya 5% pada Desember 2025. Prediksi pertumbuhan ekonomi itu terjadi di tengah konflik Timur Tengah. Selain itu, inflasi di Indonesia juga diprediksi mencapai 3,4% pada 2026, naik dari sebelumnya 3,1% dan 2,6% pada 2027, turun dari sebelumnya 3,2%.

ECD menyebutkan, konflik yang berkembang di Timur Tengah menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan ekonomi bagi negara-negara yang terlibat langsung dan menguji ketahananan ekonomi global.

Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) global akan tetap di 2,9% pada 2026 sebelum sedikit meningkat menjadi 3% pada 2027, didukung investasi terkait teknologi yang kuat dan penurunan tarif efektif secara bertahap.
[Suara.com/Alfian Winanto]

Load More