- Tembok TPS Pasar Induk Kramat Jati roboh sejak Januari 2026 akibat tekanan gunungan sampah setinggi enam meter.
- Warga mengeluhkan dampak bau menyengat, banyaknya lalat, dan ancaman keselamatan bagi anak-anak yang bermain di sekitar lokasi.
- Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Timur mengerahkan 13 truk pengangkut sampah untuk membersihkan tumpukan sampah secara bertahap sejak Maret.
Situasi di lapangan menunjukkan pemandangan yang cukup mengkhawatirkan. Tembok yang roboh tersebut berada tepat di titik beban puncak tumpukan sampah sisa sayuran dan buah-buahan.
Material beton serta tiang penyangga tembok terlihat hancur berantakan, di mana sebagian materialnya masuk ke dalam saluran air yang berada di bagian bawah.
Dampak domino dari robohnya tembok ini juga merambah pada sistem drainase. Sampah-sampah organik dari TPS tampak meluap dan terbawa hingga ke dalam saluran air.
Kondisi ini berpotensi besar menyumbat aliran air dan memicu genangan atau banjir di area pasar saat hujan turun, yang pada akhirnya akan memperburuk sanitasi lingkungan.
Padahal, area di belakang TPS tersebut merupakan lahan terbuka yang menjadi ruang interaksi sosial bagi warga setempat.
Anak-anak sering memanfaatkan lahan kosong tersebut untuk bermain, sementara jalan setapak di dekat gunungan sampah setinggi enam meter itu merupakan urat nadi akses harian warga.
Merespons situasi ini, pihak otoritas kebersihan sebenarnya telah melakukan upaya intervensi. Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur, Julius Monangta, menyatakan bahwa pihaknya terus memberikan dukungan berupa armada dan personel untuk membantu menangani masalah kebersihan di fasilitas publik tersebut.
Sebagai langkah darurat, sebanyak 13 truk dari Suku Dinas (Sudin) Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Timur telah dikerahkan sejak Senin (30/3) untuk mulai mengangkut gunungan sampah yang telah menumpuk di Pasar Induk Kramat Jati.
"Jadi, memang itu fasilitas publik. Kita pasti mendukung fasilitas publik untuk tetap bersih dan nyaman," kata Monang di Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin (30/3).
Baca Juga: Sampah Menggunung di TPS Rawadas, Warga Keluhkan Bau Menyengat dan Akses Terganggu
Monang menegaskan bahwa bantuan armada dari Sudin LH Jakarta Timur ini tidak memiliki batas waktu tertentu.
Pihaknya berkomitmen untuk terus menyiagakan personel dan truk hingga seluruh tumpukan sampah di lokasi tersebut benar-benar tertangani dan dibersihkan secara total.
"Jadi, memang itu fasilitas publik. Kita pasti mendukung fasilitas publik untuk tetap bersih dan nyaman," tegas Monang kembali mengenai komitmen pelayanan publik tersebut.
Meski demikian, upaya pengangkutan sampah yang sudah berlangsung selama empat hari sejak Jumat (27/3) tersebut tampaknya belum membuahkan hasil yang signifikan di lapangan.
Volume sampah yang sangat besar membuat proses pembersihan memerlukan waktu lebih lama dan koordinasi yang lebih intensif antara pengelola pasar dan pemerintah kota agar masalah tembok roboh dan gunungan sampah ini tidak terus berulang di masa depan.
Tag
Berita Terkait
-
Efek Domino Konflik Timur Tengah, Warga Korea Selatan Panic Buying Kantong Sampah!
-
Label Dapat Didaur Ulang Starbucks Dipertanyakan, Pakar Ungkap Realitas Sebenarnya
-
Sampah Menggunung di TPS Rawadas, Warga Keluhkan Bau Menyengat dan Akses Terganggu
-
Bau Busuk Tak Menghalangi, Ali Setia Berjualan di Pasar Induk Kramat Jati
-
Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Menumpuk hingga 6 Meter, Ini Penyebabnya
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara
-
Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau