-
Iran menyerang wilayah Israel dan pangkalan AS di UEA, Bahrain, serta Kuwait.
-
Sekitar 80 orang menjadi korban dalam serangan rudal Iran di markas militer Bahrain.
-
Operasi ini adalah aksi balasan atas serangan Israel-AS ke Teheran pada Februari lalu.
Suara.com - Situasi perang di kawasan Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah militer Iran melancarkan operasi udara besar-besaran.
Serangan ini menyasar titik-titik krusial di dalam wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer milik Amerika Serikat.
Negara-negara seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Kuwait menjadi lokasi di mana fasilitas AS terkena dampak langsung.
Pihak berwenang Iran mengonfirmasi bahwa operasi ini merupakan bagian dari rangkaian serangan yang sudah direncanakan secara sistematis.
Kekuatan udara Iran mengerahkan berbagai jenis persenjataan canggih untuk memastikan target operasional mereka berhasil dilumpuhkan sepenuhnya.
Laporan resmi menyebutkan bahwa beberapa kota besar di Israel menjadi sasaran utama dalam serangan gelombang terbaru ini.
“Dalam gelombang ke-89 operasi tersebut … serangan rudal dan UAV dilakukan terhadap wilayah Eilat, Tel Aviv, dan Bnei Brak,” kata juru bicara markas pusat Khatam Al-Anbiya dari komando militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, Rabu (1/4).
Eilat yang berada di wilayah selatan hingga Tel Aviv di pusat pemerintahan tidak luput dari jangkauan proyektil Iran.
Penggunaan kendaraan udara tak berawak (UAV) menjadi strategi utama Iran dalam menembus sistem pertahanan udara lawan.
Baca Juga: Bumerang Perangi Iran: Israel Terancam Kehilangan Miliaran Dolar Akibat Manuver Turki
Operasi ini menunjukkan peningkatan kapabilitas teknologi militer Iran dalam menjangkau target jarak jauh dengan presisi tinggi.
Selain menyasar wilayah kedaulatan Israel, Iran juga memperluas jangkauan serangannya ke fasilitas yang menampung tentara Amerika Serikat.
Satu di antara lokasi yang mengalami kerusakan paling parah adalah markas militer yang berada di wilayah Bahrain.
Serangan tersebut dilaporkan memakan korban jiwa dan luka-luka dalam jumlah yang cukup signifikan bagi pihak militer.
Zolfaghari menambahkan bahwa serangan juga dilancarkan ke lokasi yang menampung personel militer AS di Bahrain.
Insiden berdarah di markas tersebut diperkirakan memberikan dampak psikologis dan operasional yang besar bagi unit militer setempat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
-
LPDB Koperasi Rayakan Dua Dekade dengan Berbagi, Salurkan Ratusan Paket Bantuan Sosial untuk Lansia
-
Pesan Tegas Shin Tae-yong di Hari Kemerdekaan Indonesia
-
Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
-
Tips Jaga Tahan Tubuh untuk Cegah ISPA di Musim Kemarau
-
Grammy Pertimbangkan Ubah Kategori Asian Pop Usai BTS Tolak Kirim Karya
-
Prabowo Diapit Jokowi dan Gibran, Tawa Pecah di Istana
-
Tak Ada Beban Biaya, Pedagang Gorengan Hingga Nasi Uduk Bebas Pakai QRIS
-
Melacak Jejak Warisan Meneer Belanda di Balik Budaya Panjat Pinang
-
Gubernur Khofifah Kukuhkan 76 Paskibraka Jatim untuk HUT ke-81 RI, Tegaskan Semangat NKRI