- Agresi militer ke Iran yang memicu blokade Selat Hormuz menjadi bumerang bagi Israel karena memicu percepatan proyek jalur perdagangan alternatif.
- Turki, melalui Proyek Jalur Pembangunan, kini menjadi pesaing serius proyek IMEC yang diandalkan Israel, mengancam peran ekonomi dan potensi pendapatan Tel Aviv.
- Perubahan politik di Suriah semakin memperkuat posisi tawar Turki, membuat Israel khawatir akan terisolasi dan kehilangan status sebagai gerbang perdagangan ke Eropa.
Suara.com - Agresi militer ke Iran yang memicu blokade Selat Hormuz kini menjadi bumerang bagi Israel, setelah Turki bergerak cepat memanfaatkan krisis tersebut.
Manuver strategis Turki yang didukung perubahan politik di Suriah kini membuat Israel ketar-ketir kehilangan peran ekonomi vitalnya dan terancam kerugian miliaran dolar.
Persaingan dua proyek raksasa, yakni koridor IMEC yang dipimpin Israel dan Jalur Pembangunan yang digagas Turki, kini telah melampaui strategi militer dan berubah menjadi pertarungan ekonomi geopolitik.
Media Israel, Maariv, melaporkan adanya kekhawatiran di internal pemerintahan Tel Aviv bahwa langkah diplomatik dan ekonomi Ankara akan membuat mereka "terpinggirkan".
Pensiunan Letnan Kolonel Amit Yagur, mantan pejabat tinggi militer Israel, menuding Turki dan Suriah sedang menjalankan strategi bersama untuk mencegah Israel menjadi gerbang utama menuju Eropa.
Perang di Iran dan ketidakpastian di sekitar Selat Hormuz telah mengubah diskusi teoretis tentang jalur perdagangan alternatif menjadi sebuah kebutuhan mendesak.
Selama ini, proyek IMEC (India-Middle East-Europe Economic Corridor) menjadi andalan Israel.
Diumumkan pada KTT G20 September 2023, proyek yang didukung AS, India, dan Arab Saudi ini bertujuan mengangkut barang dari India melalui UEA, Arab Saudi, dan Yordania menuju Pelabuhan Haifa Israel, lalu ke Eropa.
Presiden AS Donald Trump bahkan sempat menyebutnya sebagai "salah satu rute perdagangan terbesar dalam sejarah".
Baca Juga: Anak 12 Tahun Direkrut Jadi Tentara Iran Hadapi Perang Timur Tengah
Namun, Turki kini datang dengan proyek tandingan yang tak kalah ambisius, yaitu Proyek Jalur Pembangunan.
Dipimpin langsung oleh Presiden Recep Tayyip Erdoan, proyek ini bertujuan menghubungkan Pelabuhan Al-Faw di Irak selatan ke Eropa melalui Turki.
Kesepakatan telah dicapai antara Turki, Irak, Qatar, dan UEA untuk koridor sepanjang 1.200 kilometer ini, dengan rencana investasi sekitar 20 miliar dolar AS.
Momentum Turki semakin menguat setelah perubahan politik di Suriah pada Desember 2024 membuka kembali jalur transportasi darat antara Turki dan negara-negara Teluk.
Rencana Turki membangun rute perdagangan baru ke Teluk melalui Suriah dan Yordania telah mengubah keseimbangan ekonomi di kawasan tersebut.
Pemerintah Suriah bahkan menyatakan siap menjadi pusat logistik alternatif jika krisis di Selat Hormuz atau Laut Merah terus berlanjut.
Para ahli di Israel kini memperingatkan bahwa jika koridor perdagangan baru yang dipelopori Turki ini terwujud, peran ekonomi regional Israel bisa melemah secara drastis dan menghadapi risiko kerugian miliaran dolar.
Berita Terkait
-
Inggris Bergerak, 35 Negara Bahas Pembukaan Selat Hormuz Usai Konflik Iran
-
Nuklir Iran Jadi Incaran Trump Lewat Operasi Militer Rahasia Pentagon
-
Krisis Selat Hormuz Makin Panas, Uni Emirat Arab Desak PBB Gunakan Kekuatan Militer Hadapi Blokade
-
Perediksi Waktu Perang Iran vs AS - Israel Berakhir, Kapan?
-
Gagal Turunkan Rezim Iran, Trump Kini Salahkan Sekutu dan Ancam Keluar dari NATO
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
5 Body Wash dengan Scrub Halus untuk Perawatan Kulit Bersih Menyeluruh
-
Dahi Diperban Tetap Setia Menemani, Ayu Ting Ting Puji Effort Kevin Gusnadi Rayakan 17 Agustus
-
Beli Mobil Pakai Promo Spesial HUT RI dari BRI, Dapatkan Bunga Super Ringan!
-
Raja Arab Saudi Doakan Korban Meninggal Dunia Gempa NTT: Semoga Allah SWT Memberikan Ampunan
-
Refleksi Muhammadiyah di HUT ke-81 RI, Kekuatan Politik dan Ekonomi Harus Berkhidmat untuk Rakyat
-
HUT ke-81 RI, Bendera Raksasa Berkibar di Tebing Lembah Harau Sumbar
-
WN Korea Ditangkap di Soekarno-Hatta, Coba Selundupkan 8 Biawak Langka ke Seoul
-
Wali Kota Ingin Cepat Bangun Jembatan Siak V dan Jalan Lingkar Pekanbaru
-
Miris! Potret Upacara HUT RI di Tengah Kepungan Karhutla Sumsel
-
5 Pekerja Tewas Tertimbun, Polisi Tutup Total Tambang Emas Ilegal di Pohuwato