News / Internasional
Kamis, 02 April 2026 | 14:38 WIB
Rudal Iran (kantor Berita Iran)
Baca 10 detik
  • Iran menyerang wilayah Israel dan pangkalan AS di UEA, Bahrain, serta Kuwait.

  • Sekitar 80 orang menjadi korban dalam serangan rudal Iran di markas militer Bahrain.

  • Operasi ini adalah aksi balasan atas serangan Israel-AS ke Teheran pada Februari lalu.

Data awal yang dihimpun menunjukkan angka kerugian manusia yang cukup mengejutkan akibat ledakan rudal di area tersebut.

Serangan tersebut mengakibatkan sekitar 80 orang terdampak, sebagian besar tewas atau terluka.

Tim medis di lapangan bekerja keras untuk melakukan evakuasi terhadap para korban di tengah situasi yang masih sangat tegang.

Iran menegaskan bahwa serangan ini merupakan konsekuensi logis dari keterlibatan asing yang mengancam stabilitas keamanan nasional mereka.

Hingga saat ini, proses identifikasi terhadap para korban masih terus dilakukan oleh pihak berwenang di lokasi kejadian.

Tidak berhenti di Bahrain, unit tempur Iran juga mengarahkan serangan mereka menuju wilayah Kuwait untuk menyasar aset udara.

Target spesifik di wilayah tersebut adalah pangkalan udara yang menjadi tempat parkir bagi armada helikopter militer Amerika Serikat.

Pasukan Iran, lanjutnya, juga menyerang kelompok helikopter Angkatan Darat AS di pangkalan Al-Adiri di Kuwait, dengan satu helikopter dilaporkan hancur dan beberapa lainnya mengalami kerusakan serius.

Kehilangan aset udara ini dianggap sebagai pukulan telak bagi mobilitas pasukan Angkatan Darat Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Baca Juga: Bumerang Perangi Iran: Israel Terancam Kehilangan Miliaran Dolar Akibat Manuver Turki

Serangan yang terukur ini membuktikan bahwa Iran memiliki intelijen yang akurat mengenai posisi alutsista strategis milik lawan mereka.

Selain armada helikopter, Iran juga menargetkan infrastruktur pendeteksi canggih yang digunakan untuk memantau pergerakan wilayah maritim.

Dua sistem radar peringatan dini milik AS yang berada di wilayah maritim dan di pulau-pulau milik UEA juga dihancurkan.

Hancurnya sistem radar ini mengakibatkan kebutaan taktis bagi sistem pertahanan Amerika Serikat di sekitar wilayah perairan UEA.

Tanpa radar peringatan dini, deteksi terhadap ancaman udara dan laut menjadi sangat sulit dilakukan dalam waktu singkat.

Operasi sabotase infrastruktur ini bertujuan untuk melemahkan dominasi teknologi pemantauan yang selama ini dikuasai oleh militer Amerika Serikat.

Load More