News / Internasional
Jum'at, 03 April 2026 | 07:56 WIB
Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin. (Dok. Bernama)
Baca 10 detik
  • Menteri Pertahanan Malaysia berjanji menindak tegas kasus kekerasan seorang kopral terhadap tujuh prajurit di Royal Malay Regiment.
  • Korban bernama Muhammad Amirul Raziq mengalami cedera otak kritis setelah dipukul tersangka akibat perselisihan tugas membersihkan gudang.
  • Polisi telah menangkap pelaku dan melakukan penyelidikan hukum menggunakan Pasal 325 KUHP terkait tindak pidana luka berat.

Suara.com - Menteri Pertahanan Malaysia, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, berjanji akan menindak kasus penyerangan tujuh prajurit oleh seorang kopral tentara, yang mengakibatkan salah satu korban mengalami cedera otak.

Khaled menyatakan kementeriannya akan memastikan polisi mendapatkan dukungan yang diperlukan untuk menyelesaikan penyelidikan.

“Tindakan akan diambil setelah penyelidikan selesai. Kami tidak menoleransi kekerasan seperti ini,” kata Khaled kepada New Straits Times.

Dilaporkan, seorang prajurit bernama Muhammad Amirul Raziq, 24 tahun, dalam kondisi kritis setelah diduga diserang di Royal Malay Regiment.

Pelaku, seorang kopral tentara, telah ditangkap polisi, sementara pihak militer membentuk dewan penyelidikan terkait insiden tersebut.

Hasil penyelidikan awal menemukan bahwa tersangka menampar dan memukul korban di wajah dan perut, diduga karena ketidakpuasan atas tugas membersihkan gudang senjata.

Ayah Amirul, Rosafindi Tambi Chik, seorang mantan komando, menegaskan bahwa pelatihan militer tidak pernah mengajarkan personel untuk menyerang sesama tentara.

Kasus ini tengah diselidiki berdasarkan Pasal 325 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Malaysia karena sengaja menyebabkan luka berat.

Baca Juga: Selat Hormuz Dibuka Gratis untuk Kapal Malaysia

Load More