-
Iran membebaskan biaya transit Selat Hormuz bagi kapal Malaysia sebagai tanda persahabatan.
-
Kapal milik Pertamina Indonesia juga mendapatkan pertimbangan positif keamanan untuk melintasi wilayah konflik.
-
Pembatasan Selat Hormuz hanya berlaku bagi negara yang menyerang atau memusuhi kedaulatan Iran.
Suara.com - Pemerintah Iran secara resmi memberikan lampu hijau bagi armada laut Malaysia untuk melintasi kawasan Selat Hormuz.
Izin istimewa ini diberikan tanpa membebankan biaya transit sepeser pun kepada kapal-kapal milik Negeri Jiran tersebut.
Kebijakan ini muncul di tengah ketegangan tinggi akibat blokade jalur yang dilakukan Teheran pasca serangan militer.
Aksi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari memicu pengetatan di jalur tersebut.
Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke, mengonfirmasi bahwa armada mereka tidak akan menghadapi tambahan biaya operasional.
Anthony menjelaskan bahwa kebijakan serupa juga diterapkan Iran terhadap kapal-kapal yang berasal dari Tiongkok.
Ia menekankan bahwa dasar dari pemberian fasilitas gratis ini adalah kedekatan diplomatik yang sangat kuat.
"Dubes Iran telah mengatakan tidak ada biaya yang dikenakan terhadap kapal-kapal China," ucap Anthony.
Pernyataan tersebut disampaikan Anthony saat memberikan keterangan kepada media internasional pada penghujung Maret ini.
Baca Juga: Respons Komentar Trump, China Salahkan Serangan AS dan Israel sebagai Akar Masalah di Selat Hormuz
Dirinya meyakini bahwa kerja sama ini mencerminkan rasa saling percaya antara kedua pemerintahan tersebut.
"Kami bersahabat. Kami memiliki hubungan yang baik dengan pemerintah Iran," paparnya menambahkan.
Informasi krusial mengenai kelonggaran akses ini pertama kali diungkapkan oleh Duta Besar Iran untuk Malaysia.
Mohammadi Valiollah Nasrabadi memberikan penjelasan rinci saat diwawancarai oleh awak media lokal di Kuala Lumpur.
Nasrabadi mengaku telah menerima permintaan khusus dari pihak Kementerian Luar Negeri Malaysia mengenai nasib kapal mereka.
Sejumlah armada Malaysia memang diketahui sedang berada di kawasan Teluk Persia dan membutuhkan akses keluar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
PBB Ungkap Fakta Baru Prajurit TNI Tewas di Lebanon Akibat Ledakan Bom Pinggir Jalan Militer Israel
-
WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi
-
Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana
-
Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan
-
Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah
-
Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo
-
Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL
-
KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan
-
Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....
-
Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan