- Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur Iran pada Selasa (7/4) jika Selat Hormuz tetap ditutup.
- Korps diplomatik Iran merespons ancaman verbal kasar Trump melalui unggahan sindiran, meme, dan kritik tajam di media sosial.
- Pejabat tinggi Iran memperingatkan bahwa agresi militer AS tersebut berisiko memicu konflik besar dan melanggar hukum internasional.
Suara.com - Dunia maya mendadak berubah menjadi medan pertempuran diplomatik yang tidak biasa, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan beragam ancaman keras untuk menghancurkan Iran sehingga 'kembali ke zaman batu'.
Sejak Perang Iran versus AS dan Israel berlangsung pada 28 Februari 2026, Trump kerapkali melontarkan ancaman secara verbal, baik dalam pidato maupun unggahan-unggahannya di media sosial Truth Social.
Ancaman-ancaman Trump itu seringkali disertai caci-maki maupun bahasa yang kasar. Namun, pihak Teheran justru menanggapi hal itu secara santai alias selow.
Alih-alih hanya mengeluarkan pernyataan militer yang kaku, kedutaan besar dan konsulat Iran di seluruh dunia justru menggunakan media sosial X (dahulu Twitter) untuk mengejek Trump dengan campuran humor, meme, dan kritik tajam.
Terbaru, hal itu terjadi ketika Trump mengunggah peringatan penuh umpatan di platform Truth Social.
Ia mengancam akan menjadikan hari Selasa (7/4) besok, sebagai waktu penghancuran bagi jembatan dan pembangkit listrik di Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka.
“Hari Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya dirangkum menjadi satu, di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!!! Buka Selat itu sialan, kalian bajingan gila, atau kalian akan hidup di Neraka – LIHAT SAJA! Puji Allah,” tulis Trump dalam unggahan yang memicu kemarahan sekaligus ejekan tersebut.
'Perang Meme dan Satire'
Respons terkoordinasi dari korps diplomatik Iran muncul hampir seketika. Kedutaan Besar Iran di Bulgaria, misalnya, mengunggah tangkapan layar pernyataan Trump dengan pesan singkat yang meremehkan.
Baca Juga: Harga Produk di Jakarta Berangsur Naik Imbas Perang Iran, Pramono Anung: Inflasi Masih Terjaga
“Tenang saja, macan. Tetaplah tenang.” tulis Kedutaan Iran di Bulgaria melalui akun resminya.
Tak mau ketinggalan, Konsulat Iran di Hyderabad, India, mengunggah sebuah video meme dengan takarir yang menyindir kebiasaan Trump mengubah-ubah tenggat waktu.
Sementara itu, Kedutaan Besar Iran di Thailand melontarkan kritik yang lebih filosofis sekaligus pedas mengenai standar kepemimpinan seorang presiden.
“Kami tahu bahwa beberapa orang Amerika mengumpat, tetapi apakah ini yang terbaik dan terhalus dari Anda sebagai Presiden AS? Apakah ini cara Anda ingin direpresentasikan di dunia? Jaga bahasamu!” tulis pihak kedutaan.
Dalam unggahan lanjutannya, Kedutaan Iran di Thailand bahkan menyamakan gaya komunikasi Trump dengan perilaku remaja yang tidak dewasa.
“Menilai dari cara Presiden AS mengumpat seperti remaja, tampaknya AS telah mencapai Zaman Batu lebih cepat dari yang diperkirakan.” tambah mereka, merujuk pada ancaman Menteri Pertahanan AS sebelumnya yang ingin mengirim Iran kembali ke Zaman Batu.
Berita Terkait
-
Harga Produk di Jakarta Berangsur Naik Imbas Perang Iran, Pramono Anung: Inflasi Masih Terjaga
-
Ya Allah, Gaza Diserang Lagi saat Iran Masih Digempur Israel
-
Kekayaan Donald Trump Meningkat jadi Rp107 Triliun di Tengah Konflik Perang
-
Innalillahi Donald Trump Dilarikan ke Rumah Sakit?
-
Trump Ancam Lumpuhkan Listrik Iran Jika Selat Hormuz Tak Segera Dibuka
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan