News / Internasional
Senin, 06 April 2026 | 11:12 WIB
Melalui unggahan media sosial yang keras, Trump menargetkan jembatan dan pembangkit listrik Iran. Langkah ekstrem ini diambil demi kelancaran jalur kapal global.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah merilis unggahan yang sarat kata-kata kasar di media sosial . Dalam unggahan itu, dia mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan Iran jika negara itu tidak membuka Selat Hormuz bagi semua kapal, pada Selasa (07/04).

Seperti ancaman sebelumnya, Trump berkata dirinya akan membuat Iran seperti "neraka". Namun, kepada media AS, Trump menyatakan ada "peluang besar" tercapainya kesepakatan dengan Teheran.

Iran mengejek ultimatum Trump, sekaligus menyebut pernyataan Trump "tidak berdaya, gugup, dan bodoh".

Ancaman baru Trump mengemuka setelah dia mengumumkan bahwa awak kedua dari pesawat jet tempur AS yang ditembak jatuh di Iran telah berhasil diselamatkan dalam operasi di wilayah negara tersebut.

Menurut Trump, pilot F-15 itu telah diselamatkan tak lama setelah pesawat yang diawakinya ditembak jatuh pada Jumat (03/04). Insiden ini terjadi setelah lebih dari sebulan perang.

Iran terus membalas gempuran udara AS dan Israel dengan serangan terhadap berbagai fasilitas AS di negara-negara Teluk yang bersekutu dengan kedua negara tersebut.

Iran juga menghambat arus lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang biasanya dilalui kapal-kapal yang mengangkut sekitar seperlima minyak dan gas dunia. Hal ini memicu lonjakan harga minyak global dan kekhawatiran terhadap inflasi yang lebih tinggi di seluruh dunia.

Gangguan tersebut mendorong Trump untuk mengultimatum Iran untuk membuka kembali selat tersebut.

Pada Minggu (05/04), Trump merilis ultimatum menggunakan platform Truth Social miliknya.

Baca Juga: Jeritan Warga Iran Setelah Satu Bulan Digempur Amerika dan Israel

Paragraf di bawah ini mengandung bahasa yang sangat keras.

Trump menulis: "Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya digabung menjadi satu, di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!!! Buka Selat sialan itu, kalian bajingan gila, atau kalian akan hidup di Neraka LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah. Presiden DONALD J. TRUMP"

Setelah itu, ia mengatakan kepada Fox News bahwa ada "peluang besar" kesepakatan akan tercapai pada Senin (06/04), tetapi ia mempertimbangkan untuk "meledakkan semuanya dan mengambil alih minyak" jika kesepakatan mengakhiri perang tidak segera dicapai.

Belakangan, presiden AS itu kembali mengunggah "Selasa, pukul 20.00 Waktu Timur!".

Trump telah beberapa kali menunda tenggat ultimatum pembukaan Selat Hormuz.

Pada 21 Maret, Trump mengancam akan "melenyapkan" pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz tidak "TERBUKA SEPENUHNYA" dalam waktu 48 jam.

Pada 23 Maret, ia mengatakan tidak akan melancarkan serangan selama lima hari lagihingga 28 Maretkarena pembicaraan "baik" dan "produktif" dengan Iran sedang berlangsung.

Iran membantah telah berkontak dengan pemerintahan Trump.

Saat tenggat mendekat, Trump kembali memundurkan tenggat selama 10 hari, hingga 6 April. Kemudian, tenggat diundur lagi hingga Selasa (07/04).

Mahdi Tabatabaei, juru bicara kantor presiden Iran, mengatakan Selat Hormuz "akan dibuka kembali" ketika "sebagian dari biaya tol transit digunakan untuk memberikan kompensasi atas semua kerusakan yang disebabkan" oleh perang.

Iran telah mengindikasikan rencana untuk mengenakan biaya kepada kapal-kapal yang melintasi selat tersebut.

Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi dari komando militer pusat Iran mengatakan ancaman Trump adalah tindakan yang "tidak berdaya, gugup, tidak seimbang, dan bodoh", seraya menambahkan bahwa "gerbang neraka akan terbuka" bagi pemimpin AS tersebut.

Sementara itu, Israel telah menyerang lokasi-lokasi infrastruktur sipil Iransebuah fasilitas petrokimiapada Sabtu (04/04). Menurut pejabat pertahanan, Israel menunggu persetujuan AS untuk menyerang lebih banyak fasilitas energi Iran pekan depan.

Serangan AS-Israel juga menghantam Bandara Internasional Qasem Soleimani di barat daya Iran pada Minggu (05/04).

Iran membalasnya dengan meluncurkan drone dan rudal ke Israel dan sekutu AS di kawasan Teluk.

Sebuah gedung hunian di Kota Haifa, Israel, dihantam rudal balistik pada Minggu (05/04). Empat orang terluka.

Pada hari yang sama, otoritas di Abu Dhabi mengatakan mereka sedang memerangi kebakaran di fasilitas petrokimia Borouge yang disebabkan oleh puing-puing yang jatuh dari rudal Iran.

Kuwait mengatakan serangan drone Iran telah merusak fasilitas minyak dan petrokimia. Pabrik industri dan bahan bakar juga menjadi sasaran di Bahrain.

Load More