News / Metropolitan
Senin, 06 April 2026 | 12:07 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Suara.com/Adiyoga Priyambodo)
Baca 10 detik
  • Konflik AS-Israel dengan Iran memicu gangguan rantai pasok global dan kenaikan harga minyak mentah dunia.
  • Kondisi tersebut menyebabkan harga komoditas pangan dan plastik di pasar tradisional Jakarta melonjak signifikan.
  • Gubernur Jakarta memantau ketat pergerakan harga kebutuhan pokok dan mengimbau warga agar tidak melakukan aksi borong.

Suara.com - Eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran mulai memberikan dampak nyata terhadap stabilitas harga barang di wilayah Jakarta.

Kenaikan harga sejumlah komoditas ini dipicu oleh gangguan rantai pasok global serta penutupan Selat Hormuz yang sangat krusial bagi jalur perdagangan dunia.

Harga minyak mentah dunia yang sempat menembus angka USD 100 per barel menjadi faktor utama melonjaknya biaya produksi pada berbagai sektor industri.

Di pasar-pasar tradisional Jakarta, harga kantong plastik ukuran besar kini mengalami kenaikan signifikan dari Rp25.000 menjadi Rp30.000.

Selain itu, kantong plastik ukuran kecil juga merangkak naik dari harga awal Rp10.000 kini menyentuh angka Rp12.000 per pak.

Organisasi Pangan Dunia atau FAO pun mencatat adanya kenaikan indeks harga pangan global sebesar 2,4 persen akibat membengkaknya biaya energi serta logistik.

Salah satu contoh dampaknya di Indonesia, harga kedelai impor di tingkat nasional dilaporkan naik ke kisaran Rp10.600 sampai Rp13.500 per kilogram pada awal April 2026.

Keluhan pun mulai datang dari para perajin tahu dan tempe di wilayah ibu kota, seperti contohnya di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Tingginya biaya produksi membuat mereka harus memutar otak agar kenaikan harga produk olahan kedelai tidak terlalu berdampak ke ritme penjualan harian.

Baca Juga: Jeritan Warga Iran Setelah Satu Bulan Digempur Amerika dan Israel

Suasana aktivitas perdagangan di Pasar Senen, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

Menanggapi situasi yang mulai meresahkan masyarakat, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara untuk memberikan ketenangan bagi warga.

Pramono memastikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus melakukan pengawasan ketat terhadap pergerakan harga kebutuhan pokok setiap harinya.

"Mengenai beberapa yang ada kenaikan, di Jakarta sampai dengan hari ini kami memantau harian," ujarnya di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

Orang nomor satu di Jakarta saat ini juga mengimbau agar warga tidak melakukan aksi borong atau pembelian berlebihan di tengah situasi ketidakpastian global ini.

"Inflasinya masih terjaga dengan baik, sehingga dengan demikian nggak perlu panic buying karena semua kebutuhan utama itu stoknya lebih dari cukup," tegas Pramono.

Load More