- Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur Iran pada Selasa (7/4) jika Selat Hormuz tetap ditutup.
- Korps diplomatik Iran merespons ancaman verbal kasar Trump melalui unggahan sindiran, meme, dan kritik tajam di media sosial.
- Pejabat tinggi Iran memperingatkan bahwa agresi militer AS tersebut berisiko memicu konflik besar dan melanggar hukum internasional.
Sebelumnya, Kedubes Iran di Arab Saudi juga membuat meme yang mengejek Trump terkait pergantian rezim, dan viral seantero dunia.
Lalu, Kedubes Iran di Zimbabwe juga tak ketinggalan. Mereka mengunggah satu kalimat pendek, "Trump, tolong bicara, kami bosan."
Peringatan Serius: AS Akan Menuju Neraka yang Nyata
Di balik ejekan dan meme tersebut, para pejabat tinggi Iran tetap memberikan peringatan keras mengenai dampak nyata dari kebijakan agresif Trump.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperingatkan bahwa langkah sembrono Washington dapat membakar seluruh kawasan Timur Tengah.
“Langkah sembrono Anda menyeret Amerika Serikat ke dalam NERAKA yang nyata bagi setiap keluarga, dan seluruh wilayah kita akan terbakar karena Anda bersikeras mengikuti perintah Netanyahu... Jangan salah: Anda tidak akan mendapatkan apa pun melalui kejahatan perang.” tegas Ghalibaf melalui akun X miliknya.
Bahkan akun resmi mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei—yang dilaporkan gugur dalam serangan udara gabungan AS-Israel di hari pertama perang—masih mengunggah pesan yang berbunyi, “Tamparan demi tamparan…” sebagai bentuk perlawanan simbolis yang terus berlanjut.
Serangan Balik Statistik: Siapa yang Sebenarnya 'Bastard'?
Salah satu bagian yang paling viral dalam perang urat syaraf ini adalah cara akun True Promise milik Garda Revolusi Iran (IRGC) menanggapi hinaan Trump yang menyebut orang Iran sebagai "bastards" (anak haram/orang bejat).
Baca Juga: Harga Produk di Jakarta Berangsur Naik Imbas Perang Iran, Pramono Anung: Inflasi Masih Terjaga
Alih-alih membalas dengan umpatan serupa, mereka justru menyajikan data statistik kelahiran di Amerika Serikat sebagai bentuk sindiran balik.
“Kira-kira 40% anak-anak di AS lahir dari ibu yang tidak menikah, dengan angka mencapai puncaknya sekitar 40,7% pada tahun 2012... Keberanian yang luar biasa untuk memanggil orang lain ‘Bastards’,” tulis akun tersebut sambil menyertakan emoji tertawa.
Di sisi lain, Misi Tetap Iran untuk PBB mendesak dunia internasional agar tidak menutup mata terhadap ancaman serangan infrastruktur sipil yang jelas-jelas melanggar hukum perang.
“Jika hati nurani Perserikatan Bangsa-Bangsa masih hidup, ia tidak akan tinggal diam menghadapi ancaman terang-terangan dan tidak tahu malu dari Presiden Amerika Serikat yang haus perang untuk menargetkan infrastruktur sipil. Trump berupaya menyeret kawasan ini ke dalam perang tanpa akhir.” tulis pernyataan resmi mereka.
Berita Terkait
-
Harga Produk di Jakarta Berangsur Naik Imbas Perang Iran, Pramono Anung: Inflasi Masih Terjaga
-
Ya Allah, Gaza Diserang Lagi saat Iran Masih Digempur Israel
-
Kekayaan Donald Trump Meningkat jadi Rp107 Triliun di Tengah Konflik Perang
-
Innalillahi Donald Trump Dilarikan ke Rumah Sakit?
-
Trump Ancam Lumpuhkan Listrik Iran Jika Selat Hormuz Tak Segera Dibuka
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Soroti Laporan 'ABS' Pakai AI di JAKI, Anggota Komisi A DPRD DKI: Ini Alarm Bagi Pelayan Publik!
-
Bahas RUU Perampasan Aset, Sahroni Wanti-wanti Jangan Jadi Ajang 'Abuse of Power' dan Hengky-Pengky
-
DPR Apresiasi Kejagung Tindak Tegas Jaksa Kejari Karo: Pelajaran untuk Semua!
-
Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Bos Gema Shafa Marwa hingga Aero Globe Indonesia
-
Kemenkes Dorong Penertiban Iklan Film Aku Harus Mati: Cegah Risiko Peniruan Bunuh Diri
-
Harga Produk di Jakarta Berangsur Naik Imbas Perang Iran, Pramono Anung: Inflasi Masih Terjaga
-
Ya Allah, Gaza Diserang Lagi saat Iran Masih Digempur Israel
-
Bagaimana Hilangnya Hutan Tropis Memperparah Gelombang Panas Global?
-
Manipulasi Laporan JAKI Pakai AI, Lurah Kalisari Dipanggil Inspektorat DKI Gegara Ulah Petugas PPSU
-
Kasus Penyiraman Andrie Yunus Kini di Tangan Puspom TNI, Publik Waswas