-
Violet Gibson hampir membunuh diktator Benito Mussolini melalui tembakan jarak dekat di Roma.
-
Meskipun dari keluarga kaya, Violet memilih jalan radikal demi melawan kekejaman paham fasisme.
-
Aksi nekat ini kini dikenang melalui berbagai karya seni dan plakat peringatan sejarah.
Suara.com - Seorang perempuan bernama Violet Gibson hampir saja menulis ulang lembaran sejarah dunia tepat satu abad yang lalu.
Langkah beraninya terjadi saat ia muncul di tengah kerumunan massa di Roma untuk menembak Benito Mussolini.
Sang diktator fasis tersebut selamat karena peluru yang dilesatkan hanya mengenai bagian hidung saja.
Violet sempat berusaha menarik pelatuk untuk kedua kalinya namun senjata yang ia gunakan mendadak macet.
Situasi mencekam tersebut membuat massa mulai beringas hingga pihak kepolisian harus segera mengamankan nyawanya.
"Karena mereka [pendukung Mussolini] mungkin akan membunuhnya," ungkap Philippa Gibson yang merupakan cicit keponakan Violet, dikutip dari BBC.
Violet kemudian mendekam di penjara Italia sebelum akhirnya dideportasi kembali ke tanah kelahirannya, Inggris.
Sisa hidupnya dihabiskan di sebuah lembaga psikiatri di wilayah Northampton hingga ia mengembuskan napas terakhir.
Tercatat ada empat upaya pembunuhan terhadap Il Duce, namun aksi Violet dianggap yang paling mendekati keberhasilan.
Baca Juga: Cerita Istri Paulo Dybala Kontraksi di Tengah Laga Roma vs Juventus, Anak Pertama Lahir di Klinik
Philippa menceritakan bahwa bibi buyutnya itu berasal dari keluarga aristokrat yang sangat kaya dan politis.
Pemberontakan Terhadap Status Keluarga Aristokrat
Ayahnya adalah Baron Ashbourne yang menjabat sebagai Lord Chancellor Irlandia dengan posisi hukum tertinggi saat itu.
Meskipun tumbuh besar dalam lingkungan kelas atas, Violet memilih jalan yang sangat berbeda dari keluarganya.
Ia memberontak dengan cara berpindah keyakinan menjadi Katolik serta memutuskan untuk menjadi seorang sosialis sejati.
"Keluarga sama sekali tidak senang tetapi mereka memiliki pendekatan yang lebih lembut terhadap Violet sebagian karena... dia memiliki masalah kesehatan mental tetapi dia juga seorang wanita yang sangat cerdas," ujar Philippa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
-
Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap
-
Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma
-
Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis
-
Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua