News / Internasional
Rabu, 08 April 2026 | 13:09 WIB
Violet Gibson nyaris mengubah sejarah dunia saat menembak diktator Italia Benito Mussolini di Roma.(BBC)
Baca 10 detik
  • Violet Gibson hampir membunuh diktator Benito Mussolini melalui tembakan jarak dekat di Roma.

  • Meskipun dari keluarga kaya, Violet memilih jalan radikal demi melawan kekejaman paham fasisme.

  • Aksi nekat ini kini dikenang melalui berbagai karya seni dan plakat peringatan sejarah.

Violet kemudian pindah ke Italia untuk mendalami bahasa lokal dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial.

Pada masa itu, kaum borjuis memang lazim memberikan bantuan kepada masyarakat miskin sebagai bentuk kepedulian sosial.

Namun, Violet juga mengalami masa-masa sulit akibat gangguan kesehatan mental yang cukup parah dalam hidupnya.

Kematian tunangannya yang mendadak memicu kehancuran mental hingga ia pernah terlibat insiden penyerangan dengan pisau.

Philippa meyakini bahwa motivasi Violet muncul setelah melihat kekejaman fasisme yang mulai merajalela di bawah kendali Mussolini.

"Saya pikir dia melihat fasisme Mussolini berkembang, dan kekejaman serta kekerasan yang luar biasa," kata Philippa menjelaskan.

Pembunuhan pemimpin sosialis Giacomo Matteotti oleh kelompok fasis menjadi salah satu pemicu utama kemarahan Violet saat itu.

Ia merasa perlu melakukan sebuah pengorbanan besar demi keyakinan politik dan iman yang ia pegang teguh.

"Jadi, sebagian motivasi politik dan sebagian motivasi keyakinan - menjadikan dirinya martir untuk tujuan penting," tambah Philippa lagi.

Baca Juga: Cerita Istri Paulo Dybala Kontraksi di Tengah Laga Roma vs Juventus, Anak Pertama Lahir di Klinik

Tepat pada tanggal 7 April 1926, Violet melancarkan aksi nekatnya setelah Mussolini memimpin Italia selama tiga tahun.

Meskipun saat itu usianya baru 50 tahun, penampilan Violet terlihat jauh lebih tua sehingga tidak ada yang curiga.

"Dia baru berusia 50 tahun tetapi dia tampak jauh lebih tua dan tidak ada yang memperhatikan seorang wanita tua mengeluarkan pistol sangat, sangat dekat dengannya," kenang Philippa.

Jarak antara mereka sangat dekat, namun Mussolini memutar kepalanya sehingga peluru hanya menyerempet bagian hidungnya saja.

Pasca kejadian itu, Pemerintah Inggris dan keluarga Gibson segera mengirim surat resmi kepada Mussolini untuk meminta maaf.

Mereka memberikan selamat atas keselamatannya sambil menekankan bahwa kondisi mental Violet saat itu sedang tidak stabil.

Load More