-
Violet Gibson hampir membunuh diktator Benito Mussolini melalui tembakan jarak dekat di Roma.
-
Meskipun dari keluarga kaya, Violet memilih jalan radikal demi melawan kekejaman paham fasisme.
-
Aksi nekat ini kini dikenang melalui berbagai karya seni dan plakat peringatan sejarah.
Violet kemudian pindah ke Italia untuk mendalami bahasa lokal dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial.
Pada masa itu, kaum borjuis memang lazim memberikan bantuan kepada masyarakat miskin sebagai bentuk kepedulian sosial.
Namun, Violet juga mengalami masa-masa sulit akibat gangguan kesehatan mental yang cukup parah dalam hidupnya.
Kematian tunangannya yang mendadak memicu kehancuran mental hingga ia pernah terlibat insiden penyerangan dengan pisau.
Philippa meyakini bahwa motivasi Violet muncul setelah melihat kekejaman fasisme yang mulai merajalela di bawah kendali Mussolini.
"Saya pikir dia melihat fasisme Mussolini berkembang, dan kekejaman serta kekerasan yang luar biasa," kata Philippa menjelaskan.
Pembunuhan pemimpin sosialis Giacomo Matteotti oleh kelompok fasis menjadi salah satu pemicu utama kemarahan Violet saat itu.
Ia merasa perlu melakukan sebuah pengorbanan besar demi keyakinan politik dan iman yang ia pegang teguh.
"Jadi, sebagian motivasi politik dan sebagian motivasi keyakinan - menjadikan dirinya martir untuk tujuan penting," tambah Philippa lagi.
Baca Juga: Cerita Istri Paulo Dybala Kontraksi di Tengah Laga Roma vs Juventus, Anak Pertama Lahir di Klinik
Tepat pada tanggal 7 April 1926, Violet melancarkan aksi nekatnya setelah Mussolini memimpin Italia selama tiga tahun.
Meskipun saat itu usianya baru 50 tahun, penampilan Violet terlihat jauh lebih tua sehingga tidak ada yang curiga.
"Dia baru berusia 50 tahun tetapi dia tampak jauh lebih tua dan tidak ada yang memperhatikan seorang wanita tua mengeluarkan pistol sangat, sangat dekat dengannya," kenang Philippa.
Jarak antara mereka sangat dekat, namun Mussolini memutar kepalanya sehingga peluru hanya menyerempet bagian hidungnya saja.
Pasca kejadian itu, Pemerintah Inggris dan keluarga Gibson segera mengirim surat resmi kepada Mussolini untuk meminta maaf.
Mereka memberikan selamat atas keselamatannya sambil menekankan bahwa kondisi mental Violet saat itu sedang tidak stabil.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Kekerasan Seksual di Transportasi Online Berulang, Sistem Keamanannya Bermasalah?
-
Ungkit Omongan Prabowo, KontraS Polisikan 4 Anggota BAIS Pakai Pasal Percobaan Pembunuhan-Terorisme!
-
Prabowo: Jika Pemerintah Dinilai Tak Baik, Ganti Lewat Pemilu atau Impeachment
-
Siapa Shehbaz Sharif? Tokoh Kunci di Balik Gencatan Senjata AS-Iran
-
Minta Evaluasi Mingguan, Ketua DPRD DKI Kawal Kebijakan WFH ASN Jakarta Agar Tak Rugikan Warga
-
Diduga Salah Injak Gas, HR-V Tabrak Motor di Joglo: Massa Kesal dan Pukul Kaca Mobil
-
Hizbullah Ancam Israel: Jika Langgar Gencatan Senjata, Iran Siap Turun Tangan
-
Polisi Intip Polisi! Briptu BTS Nekat Rekam Polwan di Kamar Mandi Asrama, Terancam Sanksi Etik
-
Yassierli Lantik 12 Pejabat, Tekankan Jabatan sebagai Amanah dan Prioritas Layanan Publik
-
Viral Deretan Motor Berlogo BGN, Dadan Hindayana: Untuk Operasional MBG di Daerah Sulit