- Iran menutup Selat Hormuz pada Rabu (8/4/2026) karena menilai Amerika Serikat dan Israel melanggar ketentuan gencatan senjata.
- Presiden Donald Trump menyatakan konflik Lebanon terpisah dari kesepakatan, sehingga memicu ketegangan diplomatik dengan pihak Iran.
- Serangan Israel di Lebanon menyebabkan 89 orang tewas dan 722 terluka, memicu ancaman balasan militer dari kelompok Hezbollah.
Suara.com - Hanya berselang beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat, Rabu (8/4/2026), Iran kembali menutup Selat Hormuz.
Penutupan salah satu rute maritim paling krusial di dunia itu kembali ditutup karena Iran menganggap Amerika Serikat dan Israel mengkhianati persyaratan gencatan senjata.
Satu dari sepuluh klausul gencatan senjata adalah AS-Israel harus menghentikan perang agresi terhadap Iran dan poros perlawanan di Lebanon.
Namun, setelah gencatan senjata dimulai, Israel justru semakin intensif melakukan pengeboman di wilayah Lebanon.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, melalui pernyataan resminya memberikan sinyal keras bahwa keamanan navigasi internasional sangat bergantung pada kepatuhan semua pihak terhadap stabilitas regional.
Penutupan jalur ini diprediksi akan mengguncang pasar energi global, mengingat signifikansi Selat Hormuz dalam distribusi minyak dunia.
Pernyataan Kontroversial Donald Trump Terkait Lebanon
Di tengah situasi yang memanas, Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru memberikan pernyataan yang memperkeruh suasana diplomasi.
Trump menegaskan Lebanon "tidak termasuk" dalam cakupan kesepakatan gencatan senjata dengan Iran.
Baca Juga: Berapa Tarif yang Dikenakan Iran untuk Lewati Selat Hormuz?
Pernyataan ini berbanding terbalik dengan ekspektasi Teheran, yang memasukkan stabilitas Lebanon sebagai bagian dari persamaan keamanan regional mereka.
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan jaringan berita PBS, Trump menjelaskan bahwa situasi di Lebanon merupakan isu yang "terpisah" dari kesepakatan dengan Iran.
Hal ini dikarenakan adanya kehadiran milisi Hezbollah, yang baru-baru ini melancarkan serangan balasan terhadap Israel setelah pengeboman sebelumnya di wilayah Iran.
"Situasi di Lebanon terpisah dari kesepakatan Iran," ujar Trump dalam wawancara tersebut.
Perbedaan persepsi ini menjadi lubang besar dalam efektivitas kesepakatan diplomatik yang baru saja seumur jagung tersebut.
Krisis Kemanusiaan: Korban Berjatuhan di Lebanon
Berita Terkait
-
Berapa Tarif yang Dikenakan Iran untuk Lewati Selat Hormuz?
-
Gedung Putih: Proposal Iran Awalnya Dibuang ke Tempat Sampah oleh AS
-
Iran Mengamuk Siap Hukum Israel yang Nekat Bombardir Lebanon Saat Gencatan Senjata
-
Iran Bocorkan Rute Alternatif Selat Hormuz Anti Ranjau Laut
-
Selat Hormuz vs Malaka: Mana yang Lebih Penting untuk Ekonomi Dunia?
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Langgar Kesepakatan, Lima Bangunan Liar di Jalur Subang-Bandung Disegel
-
Yonif 413/Bremoro Gelar Donor Darah Bersama Warga di Karanganyar
-
Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?