-
Iran membuka rute alternatif Selat Hormuz demi menghindari risiko ranjau laut selama masa gencatan.
-
Donald Trump menunda serangan militer ke Iran setelah ada kesepakatan pembukaan akses Selat Hormuz.
-
Gencatan senjata dua pekan ini merupakan hasil mediasi pemimpin Pakistan antara Iran dan AS.
Suara.com - Otoritas Iran secara resmi memperkenalkan jalur pelayaran baru bagi seluruh kapal yang hendak melewati kawasan Selat Hormuz.
Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas kekhawatiran terhadap keberadaan ranjau laut di area utama perairan tersebut.
Dikutip dari Times Of Israel, kebijakan pembukaan akses ini menyusul tercapainya kesepakatan damai sementara yang berlaku selama kurun waktu dua pekan.
Iran berkomitmen memberikan jaminan keamanan bagi lalu lintas komoditas energi dunia yang sempat terhambat akibat ketegangan militer.
Keputusan krusial ini diambil guna memastikan stabilitas ekonomi global tetap terjaga di tengah situasi geopolitik yang fluktuatif.
Pihak Garda Revolusi Iran menegaskan bahwa perubahan jalur ini merupakan upaya preventif demi keselamatan seluruh awak kapal.
Instruksi mengenai koordinat masuk dan keluar jalur alternatif tersebut telah disebarkan secara luas kepada operator pelayaran internasional.
Langkah ini dianggap sangat penting untuk meminimalisir potensi kecelakaan fatal akibat sisa-sisa alat peledak di dasar laut.
"Semua kapal yang bermaksud melintasi Selat Hormuz dengan ini diberitahu bahwa untuk mematuhi prinsip-prinsip keselamatan maritim dan untuk terlindungi dari kemungkinan tabrakan dengan ranjau laut... mereka harus mengambil rute alternatif untuk lalu lintas di Selat Hormuz," kata Garda Revolusi Iran dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh media lokal.
Baca Juga: Iran Menang Besar! Netanyahu Diserang dari Dalam, Trump Mau Dilengserkan
Dokumen teknis mengenai rute navigasi terbaru tersebut telah disiapkan untuk memandu kapal tanker agar tetap berada di jalur aman.
Momentum pembukaan jalur vital ini merupakan hasil diplomasi intensif antara pihak Amerika Serikat dan pemerintahan Iran.
Proses deeskalasi konflik ini berawal dari pengumuman yang disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melalui saluran komunikasi resmi.
Donald Trump memberikan lampu hijau untuk menghentikan rencana serangan militer berskala besar ke wilayah kedaulatan Iran.
Namun, penundaan aksi destruktif tersebut memiliki syarat yang sangat ketat dan harus dipatuhi secara penuh oleh Teheran.
Persyaratan utama yang diajukan adalah jaminan akses terbuka dan aman bagi seluruh pelayaran di Selat Hormuz tanpa pengecualian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
BRI Luncurkan BRImo Taiwan, Perkuat Jembatan Finansial Lintas Negara
-
Kim Soo Hyun Tampil Memukau di HUT RCTI ke-37, Nyanyi Dreaming hingga Main 'Sinetron'
-
BRI Hadirkan BRImo Taiwan Untuk Mudahkan Transaksi PMI
-
Harga Minyak Turun Jelang Pengumuman Sanksi Baru AS ke Iran
-
Buntut Siswa SMA Tewas Tergelincir, Pedagang Ikan Kramat Jati Bakal Dipindah!
-
Awas Macet! Cek Titik Penutupan Jalan di Pusat Kota Makassar Hari Ini
-
BRImo Taiwan Buka Akses Perbankan Digital BRI Bagi PMI
-
Atlet Open Donasi Demi Harumkan Indonesia, Publik Bongkar Anggaran Sewa Mobil Rp2,4 M di Kemenpora
-
BRI Resmi Luncurkan BRImo Taiwan untuk Diaspora Indonesia
-
Alek Nagari Berpadu Teknologi, Pacuan Kuda Payakumbuh Tembus Standar Nasional