- Menteri Ketenagakerjaan melaporkan sebanyak 1.590 aduan terkait Tunjangan Hari Raya tahun 2026 dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI.
- Kemnaker telah menyelesaikan 506 aduan melalui proses investigasi dan pemanggilan perusahaan yang dilakukan bersama dinas pengawas ketenagakerjaan daerah.
- DKI Jakarta dan Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah aduan tertinggi dibandingkan Banten, Jawa Tengah, serta Jawa Timur.
Suara.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memaparkan laporan terkait hasil evaluasi Posko Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2026 dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (9/4/2026).
Dalam laporannya, Yassierli menyebutkan bahwa tren aduan tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.
“Dari posko THR yang kami terima. Jadi, jumlah laporan 2026-2025, Pak Edi, itu jumlahnya hampir sama Pak, 1.500 pelapor laporan jadi pengaduan. 1.500, ya,” ungkap Yassierli dalam rapat.
Hingga saat ini, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat ribuan aduan telah masuk melalui kanal resmi kementerian.
Yassierli menjelaskan bahwa setiap laporan yang masuk akan segera diproses melalui jalur birokrasi dan pengawasan di tingkat daerah.
“Persisnya tahun ini 1.590, yang sudah selesai karena prosesnya mohon izin semua pengaduan itu kanalnya itu masuk ke kanal pengaduan dari Kementerian Ketenagakerjaan,” tuturnya.
Ia pun merinci tahapan penanganan pengaduan tersebut.
“Kemudian kita distribusikan ke dinas terkait. Maka kemudian ditindaklanjuti oleh pengawas. Kemudian ada proses pemanggilan, kemudian baru proses investigasi dan seterusnya Pak,” lanjutnya.
Dari total 1.590 laporan yang masuk, Menaker mengungkapkan bahwa sepertiga di antaranya telah berhasil diselesaikan atau ditutup kasusnya (closing).
Baca Juga: Kolaborasi Pemerintah & Industri Jadi Kunci Peluang Kerja Tetap Terbuka di Tengah Tantangan Global
Ia juga menceritakan temuan di lapangan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait perusahaan yang belum melunasi kewajiban THR-nya secara penuh.
“Yang sudah selesai 506 aduan. Ini sudah closing dan mereka ada yang belum membayar kemudian membayar, ada yang membayarnya sebagian, seperti minggu lalu kami sidak di Kabupaten Semarang, ya, masih ada kekurangan satu perusahaan kekurangan sekitar 10 sampai 15 persen dan besoknya itu dibayarkan. Jadi ini masih dalam proses Pak, karena tadi ada proses yang kemudian membutuhkan waktu,” jelasnya.
Berdasarkan data sebaran wilayah, wilayah metropolitan dan pusat industri masih menjadi penyumbang aduan tertinggi. DKI Jakarta dan Jawa Barat menempati posisi teratas, disusul oleh Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
“Paling banyak DKI Jakarta dan Jawa Barat, ya itu totalnya hampir, ya hampir 1.000, kemudian Banten 200, Jawa Tengah, Jawa Timur masing-masing 150 aduan Pak,” paparnya.
Lebih lanjut, Yassierli berkomitmen untuk terus memantau sisa aduan yang belum tuntas dan akan kembali memberikan pembaruan data pada pertemuan mendatang.
“Insyaallah next dalam rapat selanjutnya kami akan melaporkan progres lebih lanjut Pak,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Kolaborasi Pemerintah & Industri Jadi Kunci Peluang Kerja Tetap Terbuka di Tengah Tantangan Global
-
Yassierli Lantik 12 Pejabat, Tekankan Jabatan sebagai Amanah dan Prioritas Layanan Publik
-
Momen Ibu Dewi Perssik Bagi-Bagi THR Rp15 Ribu Viral hingga Dicibir, Sosok Penyebar Video Terungkap
-
Investor Strategis SUN, BPJS Ketenagakerjaan: Komitmen Jaga Dana Pekerja dan Perluas Perlindungan
-
Habis THR Terbitlah Undangan: Menghadapi 'Musim Kawin' Syawal yang Brutal
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Kubu Roy Suryo Bantah Keras Isu Dana Rp5 M dari JK: Satu Rupiah Pun Tidak Pernah!
-
Eks Dirut Inhutani V Divonis 4 Tahun Penjara Kasus Suap Hutan Lampung, Rubicon Dirampas Negara
-
Prabowo: Alhamdulillah Antrean Haji Paling Lama 26 Tahun, Tidak lagi 48 Tahun
-
Kutuk Serangan Israel, Macron Desak Lebanon Harus Diikutsertakan Dalam Gencatan Senjata AS dan Iran
-
Vonis 8 Tahun Cuma Jalan 4 Tahun, Doni Salmanan Eks Crazy Rich Resmi Bebas Bersyarat!
-
Prabowo Bakal Tutup 13 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel, Negara Hemat 200 Ribu Barel Sehari
-
Prabowo Bocorkan Jadwal Produksi Massal Sedan Listrik RI
-
Kapolda Riau Gandeng Satuan Elite PDRM Malaysia, Sikat Narkoba dan Terorisme Lintas Batas
-
Cak Imin Sebut Diplomasi Prabowo Tahan PHK, tapi Data BPS Tunjukkan Warga Rentan Miskin Naik
-
Narkoba 'Saset' Malaysia Sasar Bali: Bareskrim Bongkar Kamuflase Minuman Serbuk Berisi MDMA