- Dinas PPKUKM DKI Jakarta mencatat kenaikan harga plastik sebesar 30 hingga 40 persen sejak akhir Maret 2026.
- Konflik bersenjata di Timur Tengah menghambat pasokan bahan baku petrokimia global sehingga memicu lonjakan harga di pasaran.
- Pemprov DKI Jakarta memperketat pengawasan distribusi untuk menjaga stabilitas harga plastik serta mengantisipasi dampak pada harga pangan.
Suara.com - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta melaporkan adanya lonjakan harga plastik di pasaran ibu kota sebesar 30 hingga 40 persen.
Kenaikan ini merupakan dampak dari eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu rantai pasok bahan baku petrokimia global.
Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menjelaskan bahwa kenaikan mulai terpantau sejak akhir Maret 2026, bertepatan dengan pecahnya konflik bersenjata di Iran yang memicu penutupan Selat Hormuz.
"Kenaikan ini terjadi cukup cepat dan dalam beberapa kasus bersifat fluktuatif mengikuti distribusi barang," ujar Ratu dalam keterangan resminya, Kamis (9/4/2026).
Berdasarkan data pemantauan, jenis kantong kresek mengalami kenaikan paling signifikan sebesar 40 persen, dari harga normal kini menjadi Rp17.000 per pak.
Wilayah Jakarta Utara mencatat kenaikan tertinggi untuk komoditas ini, sementara wilayah Jakarta Selatan tercatat paling rendah.
Selain kresek, plastik kemasan makanan (PET) juga merangkak naik sekitar 35 persen dengan harga rata-rata menyentuh Rp22.000 per pak.
Tingginya harga ini dipicu oleh terhambatnya pengiriman bahan baku dari Timur Tengah sebagai pusat produksi petrokimia dunia.
"Wilayah Timur Tengah menjadi salah satu pusat produksi petrokimia dunia karena ketersediaan minyak dan gas sebagai bahan baku utama," jelas Ratu.
Baca Juga: Nostalgia Masa Kecil Rano Karno, Trem Bakal Hidup Lagi di Kawasan Kota Tua Jakarta
Kondisi ini semakin diperparah oleh tingginya ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku impor. Saat ini, kapasitas produksi domestik baru mampu memenuhi sekitar 40 persen dari total kebutuhan plastik nasional.
Berdasarkan pemetaan administratif, tren kenaikan harga tertinggi cenderung terjadi di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara.
Menyikapi fenomena ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperketat pengawasan di tingkat pasar dan distributor untuk menjaga stabilitas harga dan mengantisipasi dampak lanjutan terhadap harga pangan.
"Sesuai arahan Bapak Gubernur, kami akan coba menjaga stabilisasi harga bahan baku plastik di Jakarta," pungkas Ratu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus
-
Ke Mana Febrie Adriansyah Setelah Penggeledahan Besar-besaran? Kejagung: Jangan Tanya Saya!
-
Prabowo Akan Anugerahkan Bintang Jasa kepada Pejabat yang Berjasa Kembangkan B50
-
Mengenal Istilah 'Bangsa Kepiting', Analogi yang Dipakai Prabowo untuk Sifat Saling Menjatuhkan
-
Bukan Teror Tembakan! BGN Pastikan Kaca Kantor Pecah Akibat Cuaca Panas Ekstrem
-
KPK Ungkap Modus Eks Bupati Kuansing Sunat SHU Petani KUD untuk Suap Menteri Kehutanan
-
Anggaran Seret, Pemerintah Larang Pemda Rumahkan PPPK
-
Tarik-tarikan HP dengan Tentara di Kejagung, Wartawan Tempo Alami Intimidasi dan Trauma
-
Mendagri Tegaskan Komitmen Integrasikan Data Kemendagri ke Satu Data Indonesia
-
Sempat Dijaga Ketat Brimob, Situasi Mabes Polri Kamis Malam Kini Terpantau Normal