Dalam program de-dieselisasi, Indonesia memanfaatkan panel surya sebagai pengganti PLTD di berbagai wilayah 3T. Penggunaan energi surya ini dapat menghemat biaya negara karena memiliki biaya operasional yang lebih rendah. Dengan kombinasi tenaga surya dan sistem penyimpanan energi baterai, biaya listrik dapat ditekan hingga 0,08 hingga 0,20 dollar AS per kilowatt jam (kWh) atau sekitar Rp. 1.360 hingga Rp. 3.420.
Selain itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menekankan bahwa konversi PLTD ke energi terbarukan dapat menurunkan Konsumsi BBM secara signifikan. Hal ini berpotensi mengurangi beban subsidi negara pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diproyeksikan mencapai 210,1 triliun. Dengan demikian, anggaran tersebut dapat dialihkan untuk hal yang lebih dibutuhkan, seperti pembangunan infrastruktur yang merata di wilayah 3T.
Di sisi lain, penggunaan panel surya tidak memerlukan proses pengiriman bahan bakar, sehingga masyarakat dapat menikmati pasokan energi secara lebih stabil tanpa terkendala oleh keterbatasan mobilitas distribusi.
Lebih Ramah Lingkungan
Selain lebih hemat, peralihan dari PLTD ke panel surya juga bisa menjadi langkah konkret dalam menurunkan jejak karbon pada sektor kelistrikan di Indonesia. Penggunaan PLTD konvensional tidak hanya menyumbang emisi gas rumah kaca, tetapi juga memiliki risiko pencemaran lingkungan lokal, seperti kebocoran bahan bakar hingga polusi suara yang mengganggu warga sekitar. Oleh karena itu, pemanfaatan panel surya dinilai sebagai solusi yang lebih ramah lingkungan.
Dengan mengadopsi panel surya sebagai metode De-dieselisasi, tentunya proses produksi energi menjadi jauh lebih bersih, efisien, dan ramah lingkungan, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah 3T serta mewujudkan sistem energi yang lebih berkelanjutan di masa depan.
Penulis: Natasha Suhendra
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Geger! Kambing Kurban Mati Dibuang di Trotoar Cempaka Putih, PPSU Turun Tangan
-
Hari Lansia Nasional 2026: Pemerintah Hadirkan Layanan Gratis untuk Lansia
-
GMS Pusat Sesalkan Pembubaran Paksa Ibadah di Bantul, Jemaat Anak-anak Ikut Terdampak
-
Wamensos Agus Jabo Dorong Pringsewu Cari Lahan Sekolah Rakyat
-
Muncul Isu Pocong Palsu di Banten, Polisi Siaga Antisipasi Modus Kejahatan
-
MK Tegaskan Kuota 30 Persen Perempuan Wajib! Parpol Melanggar Siap-siap Digugurkan dari Pemilu
-
Tiap Dapur SPPG Wajib Layani Minimal 300 Ibu dan Balita, Melanggar? Insentif Rp6 Juta Melayang!
-
Dari Video Viral ke Laporan Polisi: Mengapa Konflik GRIB Jaya dan Ahmad Bahar Terus Membesar?
-
Polemik TNI Keluar Barak Buru Begal: Solusi Keamanan Darurat atau Benturan Tupoksi Militer?
-
Siasat Busuk Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra Bela Mafia CPO Terbongkar, Kini Resmi Masuk Bui!