-
Persidangan korupsi Benjamin Netanyahu kembali digelar setelah sempat tertunda akibat konflik bersenjata Iran.
-
Netanyahu diduga menerima suap miliaran rupiah dan melakukan negosiasi gelap dengan media massa.
-
Donald Trump sempat meminta Presiden Israel memberikan pengampunan resmi kepada Netanyahu yang terdakwa.
Hingga saat ini, tokoh politik berusia 76 tahun tersebut secara konsisten menampik seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya.
Netanyahu sendiri berulang kali membantah semua tuduhan tersebut.
Ia merasa bahwa seluruh proses yang berjalan saat ini tidak lebih dari sekadar upaya pelemahan posisi politiknya.
Ia juga menyebut proses hukum yang menjeratnya sebagai “pengadilan politik”.
Sejarah mencatat bahwa sosok ini merupakan Perdana Menteri Israel pertama yang tetap menjabat saat statusnya terdakwa.
Perjalanan kasus hukum ini sebenarnya telah menjadi sorotan publik internasional sejak tahun 2019 yang lalu.
Proses persidangan di meja hijau sendiri sudah mulai dilaksanakan secara resmi pada tahun 2020 silam.
Namun dalam perjalanannya, persidangan ini sering kali menemui jalan buntu dan mengalami penundaan berkali-kali.
Salah satu alasan klasiknya adalah kepadatan agenda kerja Netanyahu dalam memimpin roda pemerintahan di negara Israel.
Baca Juga: Netanyahu Siap Negosiasi Langsung dengan Lebanon Usai Serangan Maut
Hingga saat ini, belum ada pihak yang bisa memastikan kapan rangkaian persidangan panjang ini akan berakhir.
Menariknya, isu hukum ini juga menyeret perhatian mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang ikut bersuara.
Trump dilaporkan sempat meminta secara personal kepada Presiden Israel, Isaac Herzog, agar memberikan ampunan hukum.
Pesan tersebut disampaikan oleh Trump secara terbuka dalam sebuah pidato di hadapan parlemen Israel beberapa waktu lalu.
Tidak hanya lewat lisan, dukungan tersebut juga diperkuat melalui pengiriman surat resmi kepada kantor kepresidenan Herzog.
Merespons dukungan itu, tim pengacara sang Perdana Menteri juga telah melayangkan berkas permohonan pengampunan secara formal.
Meskipun terdapat upaya lobi politik yang cukup kuat, nasib permohonan pengampunan tersebut masih belum menemui kejelasan.
Pihak otoritas kepresidenan Israel hingga saat ini belum mengeluarkan keputusan final terkait permintaan grasi tersebut.
Oleh karena itu, pengadilan tetap berpegang pada prosedur hukum yang berlaku dengan melanjutkan agenda pemeriksaan perkara.
Publik kini tertuju pada hari Minggu mendatang untuk melihat perkembangan terbaru dari kesaksian para pihak pembela.
Proses ini akan menjadi ujian besar bagi integritas sistem peradilan dan stabilitas politik di internal Israel.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Dari Masjid Nabawi, Anies Berdoa agar Aib Pelaku Kejahatan Dibuka Allah
-
Etik Suryani Jalani Pemeriksaan Maraton, Tinggalkan Polresta Surakarta Jelang Pagi
-
OTT KPK di Sukoharjo, Bupati Etik Suryani Diduga Peras Perangkat Daerah
-
Kabar Duka, Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia
-
Kekayaan Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang Terciduk OTT KPK
-
KPK Pastikan Kembangkan Kasus Suap Impor Bea Cukai, Tunggu Fakta Persidangan
-
Bupati Sukoharjo Etik Suryani dari Partai Apa? Ini Kronologi Kena OTT KPK
-
Ma'ruf Cahyono Terancam Dijerat TPPU, Uang Gratifikasi Dipakai Renovasi Rumah hingga Nikahan Anak
-
Penggeledahan ke-13 Kasus Korupsi, Polisi Sita Dokumen hingga Komputer dari Ruko Cipete
-
Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran