-
Iran membantah keras tuduhan peluncuran rudal ke wilayah Teluk selama masa gencatan senjata.
-
Garda Revolusi menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai aktor di balik isu serangan tersebut.
-
Kesepakatan damai antara Iran dan AS dimediasi oleh Pakistan untuk menghentikan konflik berdarah.
Suara.com - Tensi di kawasan Timur Tengah kembali memanas menyusul beredarnya kabar mengenai aktivitas militer dari pihak Iran.
Pemerintah Iran secara tegas menepis isu bahwa mereka telah mengirimkan senjata udara ke negara-negara tetangga di Teluk.
Laporan terkait adanya serangan drone atau rudal tersebut dipastikan tidak benar di tengah masa damai sementara.
Pihak berwenang menyatakan tidak ada satu pun proyektil yang dilepaskan sejak kesepakatan penghentian kontak senjata dimulai.
Hal ini menjadi sorotan utama karena dunia sedang memantau kestabilan politik di wilayah penghasil minyak tersebut.
Kantor berita Fars menyiarkan klarifikasi langsung dari pihak militer untuk meredam spekulasi yang berkembang di masyarakat.
Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC memastikan seluruh unit militer mereka tetap berada dalam posisi pasif.
Mereka menjamin bahwa tidak ada operasi penyerangan yang menyasar fasilitas negara mana pun di sekitar kawasan tersebut.
Klarifikasi ini bertujuan untuk menjaga kepercayaan internasional terhadap komitmen perdamaian yang baru saja disepakati bersama.
Baca Juga: Gencatan Senjata Terancam Batal, Iran Bersumpah Bakal Hanguskan Seluruh Aset AS di Timur Tengah
Kestabilan keamanan menjadi prioritas utama bagi Teheran dalam menghadapi dinamika geopolitik yang sangat rentan saat ini.
“Angkatan bersenjata Republik Islam Iran tidak melakukan peluncuran apa pun ke negara mana pun selama gencatan senjata hingga saat ini,” demikian isi pernyataan tersebut dikutip dari Anadolu.
IRGC menduga adanya upaya sistematis dari pihak luar yang ingin merusak suasana damai yang sedang terbangun.
Jika laporan serangan tersebut memang benar terjadi, mereka meyakini pelakunya adalah pihak lain yang memiliki kepentingan berbeda.
Pihak Iran menuding bahwa tindakan provokatif tersebut kemungkinan besar merupakan strategi dari musuh lama mereka di kawasan.
Narasi yang berkembang menyebutkan keterlibatan aktor dari luar kawasan yang ingin memicu kembali pertempuran terbuka secara luas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Ogah Kecolongan Seperti Riza Chalid! Ini Strategi Kejagung Gembok Samin Tan Sebelum Sasar Pejabat
-
Kejagung Masih Buru Riza Chalid, Jampidsus: Jangan Dibuka Keberadaannya, Nanti Kabur Lagi
-
Prabowo Geram ke Pengusaha Tambang Bandel: Mereka Meludahi Pengorbanan Pahlawan!
-
Prabowo Saksikan Penyerahan Rp 11,4 Triliun Hasil Satgas PKH: Bisa Perbaiki 34 Ribu Sekolah
-
Menko Yusril: Kami Dengar Riza Chalid Ada di Malaysia
-
Punya 'Mata dan Telinga', Prabowo: Saya Tahu Banyak Anggota Satgas PKH Diancam dan Intimidasi Mafia
-
Gus Ipul Ingatkan ASN Kemensos Tetap Absen dan Lapor Kinerja Selama WFH: Ada Sanksi jika Melanggar!
-
Momen Prabowo Beri Hormat ke Satgas PKH, Tegaskan Tak Gentar Hadapi Pencuri Uang Negara
-
Kronologi Pemerasan Sahroni: Didatangi di DPR, Diminta Rp 300 Juta, Dijebak hingga Ditangkap!
-
KPK Bongkar Dugaan Perintah Fadia Arafiq: ASN Diminta Menangkan Perusahaan Tertentu di Proyek Pemkab