- Selat Malaka merupakan jalur laut strategis penghubung Samudra Hindia dan Pasifik yang vital bagi perdagangan global dan ekonomi Indonesia.
- Indonesia memiliki peran historis sejak era Kerajaan Sriwijaya hingga saat ini sebagai negara pantai pengelola jalur perdagangan internasional.
- Indonesia menjamin keamanan maritim melalui kerja sama trilateral MALSINDO untuk mengatasi ancaman perompakan dan menjaga kedaulatan wilayah perairan negara.
Suara.com - Selat Hormuz milik Iran menjadi isu global akibat perang AS-Israel vs Iran. Pasalnya, selat tersebut memicu lonjakan harga minyak dunia. Nah, jika Iran memiliki Selat Hormuz, Indonesia memiliki Selat Malaka yang tak kalah strategis.
Selat Malaka adalah salah satu jalur laut paling strategis di dunia yang membentang sekitar 800-930 kilometer antara Pulau Sumatra (Indonesia) dan Semenanjung Malaya (Malaysia).
Selat Malaka menghubungkan Samudra Hindia dengan Samudra Pasifik, menjadikannya pintu gerbang utama perdagangan global. Lantas, apa peran Selat Malaka bagi Indonesia?
Bagi Indonesia, Selat Malaka bukan sekadar perairan biasa, melainkan aset nasional yang memiliki peran krusial dalam aspek ekonomi, strategis, keamanan, dan bahkan sejarah bangsa.
Dengan garis pantai terpanjang di wilayah ini, Indonesia sebagai negara pantai (littoral state) bersama Malaysia dan Singapura memikul tanggung jawab besar sekaligus peluang besar untuk memanfaatkannya.
Secara historis, Selat Malaka telah menjadi urat nadi peradaban Nusantara sejak zaman Kerajaan Sriwijaya, tepatnya abad ke-7 hingga ke-13.
Kerajaan maritim terbesar di Nusantara ini menguasai selat tersebut untuk mengendalikan perdagangan rempah-rempah, emas, dan sutra antara India, Cina, serta Timur Tengah. Selat Malaka tidak hanya mendatangkan pajak dan kekayaan, tetapi juga menjadi jalur penyebaran agama Buddha dan kemudian Islam ke Nusantara.
Pedagang Arab, India, dan Cina yang melintas membawa pengaruh budaya, agama, serta ilmu pengetahuan. Kejayaan Sriwijaya bahkan sering dikaitkan dengan kemampuannya menguasai Selat Malaka, sebelum akhirnya runtuh akibat serangan Kerajaan Cola.
Di era modern, peran ini terus berlanjut sebagai bagian dari visi Poros Maritim Dunia yang digagas Presiden Joko Widodo.
Baca Juga: Indonesia Lebih Dulu, Kenapa Donald Trump Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai?
Dari sisi ekonomi, Selat Malaka adalah sumber kekayaan yang luar biasa. Setiap tahun, sekitar 100.000 kapal melintasi selat ini, membawa lebih dari seperempat perdagangan dunia atau sekitar 25-33 persen perdagangan global.
Lebih dari 11 juta barel minyak mentah per hari mengalir melalui sini, terutama untuk memenuhi kebutuhan energi Cina, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan.
Bagi Indonesia, selat ini menjadi penghubung vital ekspor-impor nasional. Pelabuhan-pelabuhan seperti Belawan (Medan), Dumai, dan Batam di wilayah Riau serta Sumatra Utara bergantung padanya.
Selat Malaka mendukung sektor perikanan (menjadi sumber ikan terbesar kedua setelah Laut Jawa), logistik, serta industri jasa maritim. Namun, potensi ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Singapura dan Malaysia lebih banyak menikmati keuntungan melalui pelabuhan transshipment dan jasa bunkering, sementara Indonesia sering disebut penonton di rumah sendiri.
Jika dioptimalkan, selat ini berpotensi menyumbang miliaran dolar melalui PNBP, PAD daerah, dan multiplier effect ekonomi hingga Rp48-64 triliun per tahun jika infrastruktur ditingkatkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Beda Two Way Cake dan Powder Foundation, Mana yang Lebih Bagus?
-
Bedanya Scarlett Whitening Acne Serum vs Brightly Ever After, Mana yang Cocok untuk Kulit Anda?
-
Dikaitkan dengan Ritual Pesugihan, Viral Daftar Harga Layanan Ritual di Gunung Kawi
-
Masalah Rambut Tak Selalu Sama, Ini Pentingnya Memilih Perawatan Sesuai Kebutuhan
-
4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
-
5 Mesin Cuci Portable yang Muat 4,5 Kg Baju, Cocok untuk Kos-kosan atau Paviliun
-
5 Manfaat Memutar Musik saat Kerja, Bantu Kurangi Stres dan Tingkatkan Produktivitas
-
5 Skincare Hada Labo untuk Mencerahkan Kulit Wajah yang Kusam
-
3 Lipstik Awet dan Anti Luntur untuk Ngopi Cantik, Gak Repot Touch Up saat Nongkrong
-
5 Jenis Sepatu Lari dan Fungsinya Sesuai Kebutuhan, Jangan Salah Pilih!