News / Nasional
Jum'at, 10 April 2026 | 17:28 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto menyerahkan dana penyelamatan aset negara senilai Rp11,4 triliun di Kejaksaan Agung pada 10 April 2026.
  • Presiden mengecam keras pelaku usaha ilegal yang mengabaikan hukum dan putusan Mahkamah Agung sebagai penghinaan terhadap kedaulatan bangsa.
  • Presiden menginstruksikan Jaksa Agung agar segera melakukan proses hukum pidana terhadap pihak yang membangkang dan merugikan negara tersebut.

Suara.com - Presiden RI Prabowo Subianto mengeluarkan pernyataan sangat keras dalam acara penyerahan dana hasil penyelamatan aset negara senilai Rp11,4 triliun di Kejaksaan Agung, Jumat (10/4/2026).

Ia menyebut para pelaku usaha yang membandel dan mengabaikan hukum sama saja dengan menghina martabat bangsa.

Ketegasan Presiden memuncak saat ia memaparkan adanya kasus pengusaha yang tetap menjalankan aktivitas tambang tanpa izin selama delapan tahun, meskipun izinnya telah dicabut oleh pemerintah dan terdapat putusan Mahkamah Agung yang telah inkrah belasan tahun.

"Sudah ada keputusan Mahkamah Agung berbelas tahun tidak dieksekusi. Sudah ada izin yang dicabut oleh Pemerintah Republik Indonesia, delapan tahun si pengusaha itu dablek terus dia laksanakan tambang tanpa izin," ujar Prabowo.

Ia menilai tindakan pembangkangan hukum tersebut bukan sekadar urusan administrasi, melainkan bentuk pelecehan terhadap kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan jasa para pejuang kemerdekaan.

"Dia mentertawakan Republik Indonesia. Dia meludahi pengorbanan mereka-mereka yang gugur untuk kemerdekaan Indonesia. Dia tidak hormat sama NKRI," katanya.

Prabowo menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional tidak bisa berjalan sendiri tanpa didasari oleh semangat nasionalisme.

Mengutip pemikiran dari Harvard University mengenai The Spirit of Capitalism, ia menyebut bahwa pertumbuhan harus distimulasi oleh rasa cinta tanah air.

"Growth, pertumbuhan, is stimulated and sustained by nationalism. Pertumbuhan distimulasi dan dipertahankan oleh nasionalisme. Masa kita, negara pejuang yang merebut kemerdekaan dengan darah, dengan keringat, dengan air mata, masa kita tidak menjaga semangat nasionalisme kita, saudara-saudara," tuturnya.

Baca Juga: Prabowo Saksikan Penyerahan Rp 11,4 Triliun Hasil Satgas PKH: Bisa Perbaiki 34 Ribu Sekolah

Lebih lanjut, Prabowo memberikan instruksi langsung kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk segera mengambil langkah hukum pidana bagi siapa pun yang berani melawan aturan dan merugikan negara.

"Karena itu saya perintahkan Jaksa Agung tegakkan hukum. Dia tidak mau kerja sama, pidanakan. Kita tidak ragu-ragu dan kita tidak gentar," pungkasnya.

Load More