- Badan Gizi Nasional menangguhkan operasional ratusan dapur Program Makan Bergizi Gratis di Jawa dan wilayah Indonesia timur.
- Penindakan dilakukan pada April 2026 akibat buruknya manajemen, masalah kualitas makanan, dan minimnya standar sanitasi operasional dapur.
- Seluruh dapur yang disuspend wajib melakukan pembenahan sesuai standar agar dapat kembali beroperasi melayani penerima manfaat.
Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional ratusan dapur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan ini dilakukan demi memastikan standar kualitas layanan dan keamanan pangan tetap terjaga.
Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Doni Dewantoro, mengungkapkan bahwa hingga kini sebanyak 362 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Jawa telah disuspend. Dalam periode 6–10 April 2026 saja, terdapat tambahan 41 dapur yang dikenai sanksi.
Penindakan ini dilakukan setelah ditemukannya berbagai persoalan di lapangan, mulai dari aspek manajemen hingga kualitas makanan.
“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menjaga kualitas layanan, keamanan pangan, serta tata kelola operasional,” ujar Doni, Sabtu (11/4/2026).
Dalam laporan harian, temuan yang muncul cukup beragam. Pada awal pekan, beberapa dapur disuspend karena tidak memiliki pengawas gizi dan keuangan, serta menyajikan menu yang dinilai tidak layak konsumsi.
Memasuki pertengahan pekan, jumlah pelanggaran meningkat. Selain dapur yang masih dalam tahap renovasi, BGN juga menemukan dugaan kasus gangguan pencernaan di sejumlah daerah seperti Cimahi, Bogor, Tasikmalaya, hingga Bantul. Masalah lain yang mencuat meliputi lemahnya manajemen organisasi serta kekurangan tenaga pengawas gizi.
Sementara itu, pada akhir pekan, penindakan masih berlanjut meski jumlahnya menurun. Beberapa dapur kembali disuspend akibat menu yang tidak sesuai standar serta dugaan kasus kesehatan pada penerima manfaat.
Tidak hanya di Pulau Jawa, tindakan serupa juga dilakukan di wilayah Indonesia bagian timur. Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III BGN, Rudi Setiawan, menyebutkan bahwa dari sekitar 4.300 SPPG, sebanyak 165 dapur dihentikan sementara operasionalnya.
Mayoritas pelanggaran di wilayah ini terkait aspek dasar sanitasi, seperti tidak memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan belum tersedianya instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Baca Juga: Sidak BGN di Cimahi: Ada Dapur MBG yang Beroperasi Tanpa Pengawas Gizi
BGN menegaskan bahwa kebijakan suspend ini bersifat korektif, bukan penghentian permanen. Seluruh dapur yang terdampak diwajibkan melakukan pembenahan sesuai standar yang telah ditetapkan sebelum dapat kembali beroperasi.
Langkah ini diharapkan dapat memastikan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berjalan luas, tetapi juga aman dan berkualitas bagi masyarakat yang menjadi penerima manfaat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden
-
Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO
-
Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau
-
Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja
-
Gagah! Sapi Kurban 'Kelas Berat' 1 Ton Milik Prabowo Tiba di Masjid Istiqlal
-
Siapa Prihatini Cs? Peneliti yang Diduga Tipu Pakar Dunia di Denmark Ternyata Bukan Dosen Lokal
-
Skandal Riset Palsu Demi Travel Grant, UNY Benarkan Rivaldy dan Prihantini Adalah Alumni
-
Pemkab Mojokerto Kucurkan Dana Rp7,5 Miliar untuk Insentif 6 Ribu Guru TPQ
-
Jalur KRL Tangerang Kembali Normal Setelah Tiga Jam Gangguan
-
DPR Setujui RUU Aceh: Zakat Kurangi Pajak, Bandara Dikelola Daerah