- Rombongan suporter Persebaya diserang kelompok tidak dikenal menggunakan batu dan petasan di Tol Cikampek, Sabtu (11/4/2026) malam.
- Petugas PJR Tol Cikampek segera melakukan penyisiran dan mengamankan lokasi agar situasi kembali kondusif dalam waktu singkat.
- Polisi mengarahkan seluruh bus ke Rest Area KM 57 sebelum mengawal rombongan keluar Tol Cikampek dengan aman.
Suara.com - Video penyerangan terhadap rombongan bus suporter Persebaya atau Bonek di Tol Cikampek viral di media sosial. Dalam narasi yang beredar, disebutkan bus suporter menjadi sasaran lemparan batu hingga petasan oleh kelompok tak dikenal.
Peristiwa itu terjadi saat rombongan suporter dalam perjalanan pulang usai menyaksikan pertandingan Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno, Sabtu (11/4/2026) malam.
Kanit I PJR Tol Cikampek AKP Aris membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyebut penyerangan terjadi tak lama setelah rombongan memasuki ruas tol.
“Setiba masuk Tol Cikampek itu diserang oleh para pendukung suporter yang tidak dikenal,” ujar Aris saat dikonfirmasi Suara.com, Minggu (12/4/2026).
Polisi Lakukan Penyisiran
Menurut Aris, situasi sempat membuat rombongan pendukung Persebaya berhenti karena merasa tidak aman. Beruntung, patroli polisi melintas di lokasi kejadian.
“Pas kebetulan patroli kami melintas di KM 51, akhirnya kita lakukan sweeping terhadap para suporter-suporter yang anarkis itu,” katanya.
Petugas kemudian mengamankan situasi dan mengarahkan seluruh suporter untuk kembali ke dalam bus masing-masing.
“Ya akhirnya kondisi kembali aman, suporter Persebaya bisa memasuki kendaraannya kembali,” ujarnya.
Baca Juga: Tolak Usulan JK, Jokowi: Ijazah Asli Sudah Pernah Dipamerkan, Biar Pengadilan yang Memutuskan!
Dikumpulkan dan Dikawal
Setelah situasi terkendali, polisi mengarahkan rombongan menuju Rest Area KM 57 untuk berkumpul. Hal itu juga dilakukan karena ada satu bus yang mengalami kendala.
“Kita arahkan berkumpul di Rest Area 57 karena ada salah satu kendaraan bus yang rusak,” jelas Aris.
Namun ia menegaskan, kerusakan bus tersebut bukan akibat serangan.
“Rusaknya juga bukan karena akibat lemparan, tapi karena mesin trouble saja,” tegasnya.
Selanjutnya, seluruh rombongan dikawal hingga keluar Tol Cikampek.
“Akhirnya kita kawal sampai di Gerbang Tol Cikatama, kita serahkan ke Cipali,” ungkap Aris.
Aris memastikan kejadian tersebut berlangsung singkat karena respons cepat petugas di lapangan.
“Nggak terlalu lama, paling cuma 20 menit lah kejadiannya,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Kematian Misterius Kauana Bilhar Influencer Brasil, Jatuh dari Lantai 27 di Dubai
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Amerika Serikat Balas Serangan ke Iran, Ketegangan Memuncak di Selat Hormuz
-
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Waspada Hujan Lebat Imbas Bibit Siklon 97 W
-
Akademisi: Korupsi Batu Bara PLTU Jangan Berhenti di Eks Jampidsus, Ungkap Seluruh yang Terlibat
-
Panja Awasi Kasus Korupsi Febrie, DPR: Biar Tak Ada Fitnah, Jangan Emas Batangan Ditukar Cokelat
-
DPR Desak Hukuman Mati untuk Febrie Adriansyah: Penghianat Hukum yang Lukai Rakyat!
-
DPR Desak Kejagung Bentuk Tim Steril untuk Usut Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Jadi Ketua Panja Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman: Ini Kasus Mega Korupsi
-
DPRD DKI Apresiasi Mobil Klinik Hewan Keliling, Dorong Sosialisasi Lebih Masif