- Presiden Prabowo dan Presiden Putin bertemu di Kremlin pada 13 April untuk memperkuat kemitraan strategis ekonomi serta energi.
- Pemerintah Indonesia menyepakati pembelian minyak dan gas dari Rusia guna menjamin ketersediaan cadangan energi nasional yang aman.
- Kerja sama ini melibatkan negosiasi skema antarpemerintah dan antarbisnis di tengah ketidakpastian geopolitik global yang memengaruhi pasokan energi.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin melakukan pertemuan empat mata selama tiga jam di Istana Kremlin, Moskow, Rusia, pada Senin (13/4).
Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan strategis untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi dan energi, terutama terkait upaya Indonesia membidik pasokan minyak mentah dari Rusia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi langkah pemerintah untuk melakukan pembelian minyak dari Rusia pada Selasa (14/4).
Bahlil mengaku Indonesia berhasil "mendapatkan cadangan minyak mentah." Selain komoditas minyak, pemerintah Indonesia juga berhasil membawa pulang kesepakatan terkait gas bumi.
Rusia menekankan kesiapan mereka dalam mendukung ketahanan energi nasional dan memandang Indonesia sebagai "mitra strategis." Kerja sama ini mencakup spektrum yang luas, mulai dari bidang ekonomi, energi, antariksa, pertanian, industri, hingga farmasi.
Dalam keterangan pers usai pertemuan tersebut, Prabowo menyatakan "Rusia telah berperan sangat positif dalam menghadapi kondisi geopolitik yang penuh ketidakpastian."
Mengingat dinamika dunia yang berubah sangat cepat, Prabowo menambahkan, "kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita menghadapi situasi ke depan."
Prabowo menggarisbawahi pentingnya memperkuat kemitraan di tengah perkembangan geopolitik yang dinamis.
"Terutama kalau bisa kita terus mempererat kerja sama terutama di bidang ekonomi dan energi," tambahnya.
Baca Juga: Seskab Teddy Ungkap Isi Pertemuan Empat Mata Prabowo dan Macron
Presiden Vladimir Putin menyambut baik langkah ini dan mengharapkan kedua negara senantiasa "mencari berbagai solusi untuk tetap meningkatkan kemitraan kedua negara."
Putin juga menyoroti posisi Indonesia di BRICS yang dianggapnya "membuka peluang baru untuk mengembangkan kerja sama kedua negara."
Tindak lanjut dari pertemuan kedua pemimpin negara tersebut dilakukan melalui negosiasi teknis antara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev.
Bahlil mengungkapkan bahwa kerja sama minyak ini dijajaki melalui skema antarpemerintah (government to government/G2G) maupun antarbisnis (business-to-business/B2B).
Langkah ini diambil untuk "memberikan kepastian" terhadap ketersediaan cadangan energi nasional. Terlebih, saat ini dunia tengah menghadapi ancaman krisis imbas ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Bahlil menilai Rusia memiliki kapasitas energi yang besar serta pengalaman panjang dalam pengelolaan industri migas.
Berita Terkait
-
Seskab Teddy Ungkap Isi Pertemuan Empat Mata Prabowo dan Macron
-
Menepis Hoaks Izin Lintas Udara: Strategi Cerdik Prabowo Mengunci AS, Rusia, dan China
-
5 Fakta Bahlil Borong Minyak Rusia untuk Indonesia, Sinyal Harga BBM Turun?
-
Prabowo Beri Kejutan Ulang Tahun Seskab Teddy di Paris, Netizen: Berasa Drama Kerajaan
-
Indonesia Cari Pasokan Energi Baru, Bahlil Temui Menteri Energi Rusia
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
Krisis Kemanusiaan! Rakyat Lebanon: Tewas Dirudal Israel atau Mati Kelaparan
-
Manuver AS! Coba Dudukan Lebanon dan Israel tapi Berakhir Tanpa Jabat Tangan
-
Iran Beberkan Update Negosiasi Damai ke Turki, Soroti Dosa Besar AS-Israel
-
Seskab Teddy Ungkap Isi Pertemuan Empat Mata Prabowo dan Macron
-
Komnas HAM Papua: 4 Kekerasan Menonjol Terjadi di Awal 2026, 14 Korban Meninggal Dunia
-
Murka Elite NasDem ke Tempo Soal Merger Gerindra Dinilai Rendahkan Martabat Surya Paloh
-
Skenario Terburuk IMF, Perang Iran Bikin Pertumbuhan Ekonomi Dunia Anjlok Hingga Level Terendah
-
Mengenal Oghab 44, Benteng Bawah Gunung Iran yang Siap Hancurkan Armada AS di Selat Hormuz
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Kelaparan Hantui India Usai LPG Langka Imbas Perang Iran, Buruh di Kota Balik ke Desa