- Presiden Prabowo dan Presiden Putin bertemu di Kremlin pada 13 April untuk memperkuat kemitraan strategis ekonomi serta energi.
- Pemerintah Indonesia menyepakati pembelian minyak dan gas dari Rusia guna menjamin ketersediaan cadangan energi nasional yang aman.
- Kerja sama ini melibatkan negosiasi skema antarpemerintah dan antarbisnis di tengah ketidakpastian geopolitik global yang memengaruhi pasokan energi.
"Sekali lagi saya merasa senang hari ini karena atas arahan Bapak Presiden Prabowo untuk menindak lanjuti secara tuntas. Dan, alhamdulillah, sekali lagi saya katakan bahwa insya Allah bisa kita mendapatkan yang baik," ujar Bahlil.
Selain migas, Indonesia juga membuka ruang kolaborasi pada pengembangan penyimpanan minyak, mineral, hingga nuklir.
Direktur Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, menilai keputusan pemerintah mengambil minyak dari Rusia sangat "masuk akal."
Hal ini didasarkan pada status Rusia sebagai produsen minyak dan gas terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Arab Saudi.
Namun, Fabby mengingatkan agar pemerintah mewaspadai "apa yang diminta Rusia" sebagai imbal balik dari kerja sama ini. Ia menekankan bahwa dalam politik internasional, komoditas strategis sering digunakan sebagai alat tekan.
"Ingat, pemerintah Amerika Serikat menggunakan perjanjian dagang untuk menekan. Itu menjadi alat geopolitik," tegas Fabby sebagaimana disitat dari BBC Indonesia, Rabu (15/4/2026).
Ia meyakini "pemerintah Rusia juga akan melakukan hal yang sama."
Dosen hubungan internasional Universitas Airlangga, Radityo Dharmaputra, memberikan catatan agar pemerintah berhati-hati terhadap risiko sanksi sekunder (secondary sanction) dari Uni Eropa.
Mengingat Rusia masih dalam jeratan sanksi akibat invasi ke Ukraina, pembelian minyak secara terang-terangan bisa berdampak pada posisi Indonesia.
Baca Juga: Seskab Teddy Ungkap Isi Pertemuan Empat Mata Prabowo dan Macron
"Ketika ada kabar akhir tahun lalu port [pelabuhan] di Karimun yang disinggahi minyak [Rusia] saja, kita sudah nyaris disanksi oleh Uni Eropa. Terlebih kalau terang-terangan membeli [minyak Rusia]," kata Radityo.
Urgensi mencari pasokan baru ini tidak lepas dari kondisi Selat Hormuz yang terganggu akibat perang. Selat tersebut memegang sekitar 89% aliran minyak mentah di Asia.
Bahlil Lahadalia sebelumnya menegaskan bahwa dalam kondisi krisis, Indonesia harus menjamin ketersediaan BBM untuk masyarakat.
"Jadi, jangan kita pilih-pilih sekarang. Dari negara mana saja [bisa impor], yang penting ada," ucap Bahlil.
Sinyal kesediaan Rusia sudah muncul sejak akhir Maret 2026 melalui Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov.
Rusia menganggap Indonesia sebagai "negara sahabat" sehingga "kami siap bekerja sama di bidang minyak dan gas."
Saat ini, Indonesia memerlukan diversifikasi karena sekitar 20 hingga 25% atau 100-120 ribu barel impor minyak harian Indonesia berasal dari Timur Tengah yang kini sedang bergejolak.
Berita Terkait
-
Seskab Teddy Ungkap Isi Pertemuan Empat Mata Prabowo dan Macron
-
Menepis Hoaks Izin Lintas Udara: Strategi Cerdik Prabowo Mengunci AS, Rusia, dan China
-
5 Fakta Bahlil Borong Minyak Rusia untuk Indonesia, Sinyal Harga BBM Turun?
-
Prabowo Beri Kejutan Ulang Tahun Seskab Teddy di Paris, Netizen: Berasa Drama Kerajaan
-
Indonesia Cari Pasokan Energi Baru, Bahlil Temui Menteri Energi Rusia
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas