-
Burj Al Arab tutup 18 bulan karena kerusakan fisik akibat serangan udara Iran.
-
Ekonomi pariwisata Dubai merosot tajam seiring hilangnya kepercayaan wisatawan dan investor asing.
-
Lebih dari 120 miliar dolar AS hilang dari pasar modal UEA pasca konflik.
Hingga akhir Maret, terdapat hampir empat ratus rudal balistik dan ribuan drone yang ditembakkan ke arah wilayah kedaulatan UEA.
Walaupun mayoritas serangan berhasil dihalau sistem pertahanan, sisa ledakan tetap menghantam zona industri hingga kawasan hunian mewah.
Area strategis seperti Bandara Dubai, Palm Jumeirah, hingga zona minyak Fujairah ikut mengalami kerusakan akibat fragmentasi senjata.
Ketegangan ini memicu eksodus besar-besaran ekspatriat dan investor asing yang sebelumnya menganggap Dubai sebagai pelabuhan aman.
Model ekonomi global milik UEA yang bertumpu pada logistik dan keuangan kini berada di titik nadir akibat konflik.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan negara tetangga seperti Arab Saudi yang justru mendapat keuntungan dari kenaikan harga minyak.
Kehancuran Nilai Pasar dan Krisis Penerbangan
Data ekonomi menunjukkan lebih dari 120 miliar dolar AS menguap dari bursa saham Dubai dan Abu Dhabi dalam sebulan.
Sektor transportasi udara tidak kalah terpukul dengan pembatalan lebih dari 18.400 jadwal penerbangan sejak awal konfrontasi.
Baca Juga: Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran
Krisis ini bermula ketika operasi militer Amerika Serikat dan Israel mulai menargetkan wilayah Iran pada akhir Februari.
Keterlibatan pangkalan militer AS di negara-negara Teluk menjadikan kawasan ini sebagai target empuk bagi serangan balasan Iran.
Citra sebagai destinasi bisnis yang stabil kini berganti dengan kekhawatiran akan keberlanjutan hidup di wilayah konflik.
Burj Al Arab merupakan salah satu struktur bangunan paling dikenal di dunia yang menjadi tulang punggung pariwisata kelas atas di Dubai.
Renovasi besar-besaran selama 18 bulan ini merupakan konsekuensi langsung dari kerusakan fisik akibat serpihan drone serta anjloknya tingkat hunian.
Krisis bermula dari eskalasi serangan udara Iran ke UEA sebagai respons atas serangan awal pihak Barat dan sekutunya di kawasan tersebut.
Selain Burj Al Arab, infrastruktur vital lainnya di Dubai juga terdampak, yang secara kolektif merusak reputasi keamanan UEA di mata komunitas internasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Final Piala Dunia 2026 Argentina Tantang Spanyol: Messi vs Generasi Emas La Roja
-
Comeback Gila Argentina! Lautaro Martinez Hancurkan Mimpi Inggris
-
Kylian Mbappe Blak-blakan: Taktik Deschamps Bikin Prancis Gagal ke Final Piala Dunia
-
Panas! Teror Suara Suporter Argentina Tenggelamkan Lagu Kebangsaan Inggris
-
Tekel Brutal Enzo Fernandez Lolos Kartu Merah, Wasit Ismail Elfath Dikecam
-
Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?
-
Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok
-
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI