Suara.com - Konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel kini semakin memanas. Pertarungan kali ini bukan lagi sekedar perang senjata atau adu kecanggihan rudal dan teknologi nuklir.
Lebih dari itu, konflik telah berkembang menjadi adu strategi dan pengaruh, termasuk upaya Iran memblokade jalur perdagangan minyak dunia seperti Selat Hormuz yang menjadi jalur utama pasokan minyak dan gas dunia.
Amerika tidak tinggal diam melihat kondisi tersebut, banyak upaya yang telah dilakukan Washington agar Selat Hormuz dibuka agar negara-negara mitra AS mendapat pasokan minyak dunia.
Salah satunya dengan melakukan perundingan dengan Teheran di Islamabad, Paskistan pada 11 April 2026 belum lama ini.
Sayangnya, perundingan tersebut tidak membuahkan hasil. Teheran tetap menolak membuka Selat Hormouz dan menghentikan program uranium.
Kini, Presiden AS Donald Trump dengan tegas memerintahkan militernya memblokade Selat Hormuz mulai Senin, 13 April 2026.
Militer Iran lantas membalas, dengan mengeluarkan peringatan akan memblokade perdagangan melalui Laut Merah bersama dengan Teluk Persia dan Laut Oman. Ini bisa memicu tidak adanya aktivitas impor atau ekspor yang dilalui jalur tersebut.
Konflik geopolitik yang terjadi antara Iran dan AS tentu menjadi bahan perbincangan di mana-mana, termasuk media sosial.
Banyak dari mereka mempertanyakan soal Laut Merah dan Selat Hormuz, apa perbedaan dan perannya bagi stabilitas ekonomi global?
Baca Juga: Dokumen Bocor, Iran Gunakan Satelit Mata-Mata China Untuk Perang Lawan Amerika Serikat
Peran Strategis Laut Merah
Laut Merah dan Terusan Suez memiliki peran penting untuk menjaga stabilitas politik dan ekonomi banyak negara, dengan berbagai kepentingan strategis yang sangat besar.
Lokasi Laut Merah, terletak di antara benua Asia dan Afrika, memisahkan Timur Tengah serta Eropa dan Asia.
Posisi Laut Merah penting karena merupakan perbatasan alami antara pantai timur Afrika dan pantai barat Semenanjung Arab, juga jalur penting bagi transportasi minyak tanpa senjata melalui Bab el-Mandeb di Selatan hingga Terusan Suez.
Selain perdagangan, wilayah ini merupakan rute navigasi penting antara militer negara-negara dan basis global banyak negara, sehingga telah menjadi arena terjadinya konflik dan persaingan regional.
Banyak hasil tambang yang dihasilkan di kedalaman laut ini seperti seng, tembaga, perak, emas, dan mineral lainnya yaitu cadmium, kobalt, dan hidrokarbon.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Final Piala Dunia 2026 Argentina Tantang Spanyol: Messi vs Generasi Emas La Roja
-
Comeback Gila Argentina! Lautaro Martinez Hancurkan Mimpi Inggris
-
Kylian Mbappe Blak-blakan: Taktik Deschamps Bikin Prancis Gagal ke Final Piala Dunia
-
Panas! Teror Suara Suporter Argentina Tenggelamkan Lagu Kebangsaan Inggris
-
Tekel Brutal Enzo Fernandez Lolos Kartu Merah, Wasit Ismail Elfath Dikecam
-
Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?
-
Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok
-
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI