- Angkatan Laut AS mulai memblokade lalu lintas maritim di Selat Hormuz pada 13 April 2026 demi membatasi akses Iran.
- Juru bicara Kemlu Iran menyatakan blokade tersebut melanggar hukum internasional serta berpotensi merusak kesepakatan gencatan senjata kedua negara.
- Ketegangan meningkat pasca kegagalan perundingan damai di Islamabad serta serangan militer yang terjadi sejak akhir Februari 2026 lalu.
Suara.com - Blokade yang dilakukan Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz berpotensi mengganggu gencatan senjata antara Teheran dan Washington.
Hal tersebut disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, dalam pernyataannya kepada RIA Novosti.
“Blokade Selat Hormuz adalah langkah provokatif, melanggar hukum internasional, dan dapat menyebabkan terganggunya gencatan senjata. Dalam hal ini, angkatan bersenjata kami siap mengambil tindakan yang diperlukan,” kata Baghaei, sebagaimana dilaporkan, Kamis (16/4/2026).
Sebelumnya, pada 13 April 2026, Angkatan Laut AS mulai memblokade seluruh lalu lintas maritim yang keluar masuk pelabuhan Iran di kawasan tersebut.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, produk petroleum, serta gas alam cair (LNG).
Pemerintah AS menyatakan kapal non-Iran masih diperbolehkan melintas selama tidak membayar pungutan kepada pihak Teheran. Hingga kini, otoritas Iran belum secara resmi menerapkan pungutan tersebut, meski wacana itu sempat dibahas.
Ketegangan antara kedua negara meningkat sejak 28 Februari 2026, ketika AS bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan tersebut menimbulkan kerusakan serta korban sipil.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri. Situasi ini membuat sejumlah negara di kawasan menutup sebagian hingga seluruh wilayah udara mereka karena meningkatnya risiko serangan rudal dan drone.
Upaya meredakan konflik sempat dilakukan melalui perundingan antara Iran dan AS di Islamabad pada Sabtu (11/4/2026), setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan.
Baca Juga: Anak Joe Biden: Founding Father Pasti Malu AS Punya Presiden seperti Donald Trump
Namun, sehari setelahnya, Wakil Presiden AS, J.D. Vance, menyatakan bahwa negosiasi tersebut tidak menghasilkan kesepakatan. Delegasi AS pun kembali ke negaranya tanpa membawa hasil.
(Antara)
Berita Terkait
-
Anak Joe Biden: Founding Father Pasti Malu AS Punya Presiden seperti Donald Trump
-
Senat AS Menolak Lagi! Upaya Rem Kewenangan Perang Donald Trump ke Iran Kandas
-
Iran Mau Hukum Gantung Perempuan Pertama Buntut Aksi Demo Anti Rezim
-
Beda Peran Laut Merah dan Selat Hormuz, Akan Ditutup Iran?
-
Dokumen Bocor, Iran Gunakan Satelit Mata-Mata China Untuk Perang Lawan Amerika Serikat
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend