News / Internasional
Kamis, 16 April 2026 | 12:28 WIB
Pembunuhan istri tentara angkatan laut (FOX)
Baca 10 detik
  • Reservis Navy David Varela ditangkap di luar negeri setelah membunuh istrinya di Norfolk, Virginia.

  • Tersangka menyembunyikan jasad istrinya di freezer sebelum kabur ke Hong Kong awal Februari.

  • FBI berhasil melacak lokasi persembunyian pelaku melalui koordinasi internasional dan data digital WhatsApp.

Suara.com - Pelarian panjang David Varela seorang anggota reservis Angkatan Laut Amerika Serikat akhirnya resmi terhenti di tangan otoritas internasional.

Pria berusia 38 tahun ini menjadi target utama perburuan global setelah dituduh melakukan pembunuhan berencana terhadap istrinya sendiri.

Dikutip dari FOX, Direktur FBI Kash Patel mengonfirmasi bahwa tersangka kini telah diamankan dan sedang menunggu proses ekstradisi menuju Amerika Serikat.

Ilustrasi Pembunuhan (freepik)

Penangkapan ini mengakhiri spekulasi pelarian tersangka yang telah berlangsung selama lebih dari dua bulan sejak kasus ini mencuat.

Langkah tegas ini membuktikan bahwa koordinasi antarnegara mampu mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan lintas batas negara yang mencoba bersembunyi.

Tragedi mengerikan ini pertama kali terungkap ketika pihak kepolisian Norfolk mendatangi kediaman pasangan tersebut pada awal Februari lalu.

Petugas menemukan jenazah Lina Maria Guerra yang berusia 39 tahun tersembunyi di dalam sebuah mesin pembeku atau freezer.

"Berita besar lainnya hari ini… @FBI mengumumkan keberhasilan penangkapan David Varela di luar negeri, seorang reservis Angkatan Laut berusia 38 tahun yang dicari karena pembunuhan tingkat pertama sehubungan dengan kematian istrinya, Lina Guerra," tulis Patel di platform X.

Penemuan memilukan tersebut segera memicu penyelidikan besar-besaran karena tersangka sudah menghilang dari jangkauan komunikasi militer maupun keluarga.

Baca Juga: Dokumen Bocor, Iran Gunakan Satelit Mata-Mata China Untuk Perang Lawan Amerika Serikat

Hukum dan keadilan dipastikan akan tetap berjalan meskipun pelaku telah berusaha keras menghilangkan jejak selama berminggu-minggu di luar negeri.

Pelarian Terencana ke Hong Kong

"Tuan Varela telah melarikan diri selama lebih dari dua bulan dalam upaya menghindari tuntutan hukum atas kejahatan keji ini, namun keadilan tidak pernah lupa," lanjut Patel.

Berdasarkan data penerbangan internasional tersangka diketahui meninggalkan wilayah Amerika Serikat tepat pada hari saat jasad istrinya ditemukan.

Penyelidik federal berhasil melacak keberadaan tersangka melalui permintaan pengungkapan darurat dari platform pesan singkat WhatsApp miliknya.

Data lokasi tersebut menunjukkan bahwa tersangka sempat berada di Hong Kong meskipun ia tidak memiliki keterikatan keluarga di sana.

Load More