-
Reservis Navy David Varela ditangkap di luar negeri setelah membunuh istrinya di Norfolk, Virginia.
-
Tersangka menyembunyikan jasad istrinya di freezer sebelum kabur ke Hong Kong awal Februari.
-
FBI berhasil melacak lokasi persembunyian pelaku melalui koordinasi internasional dan data digital WhatsApp.
Suara.com - Pelarian panjang David Varela seorang anggota reservis Angkatan Laut Amerika Serikat akhirnya resmi terhenti di tangan otoritas internasional.
Pria berusia 38 tahun ini menjadi target utama perburuan global setelah dituduh melakukan pembunuhan berencana terhadap istrinya sendiri.
Dikutip dari FOX, Direktur FBI Kash Patel mengonfirmasi bahwa tersangka kini telah diamankan dan sedang menunggu proses ekstradisi menuju Amerika Serikat.
Penangkapan ini mengakhiri spekulasi pelarian tersangka yang telah berlangsung selama lebih dari dua bulan sejak kasus ini mencuat.
Langkah tegas ini membuktikan bahwa koordinasi antarnegara mampu mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan lintas batas negara yang mencoba bersembunyi.
Tragedi mengerikan ini pertama kali terungkap ketika pihak kepolisian Norfolk mendatangi kediaman pasangan tersebut pada awal Februari lalu.
Petugas menemukan jenazah Lina Maria Guerra yang berusia 39 tahun tersembunyi di dalam sebuah mesin pembeku atau freezer.
"Berita besar lainnya hari ini… @FBI mengumumkan keberhasilan penangkapan David Varela di luar negeri, seorang reservis Angkatan Laut berusia 38 tahun yang dicari karena pembunuhan tingkat pertama sehubungan dengan kematian istrinya, Lina Guerra," tulis Patel di platform X.
Penemuan memilukan tersebut segera memicu penyelidikan besar-besaran karena tersangka sudah menghilang dari jangkauan komunikasi militer maupun keluarga.
Baca Juga: Dokumen Bocor, Iran Gunakan Satelit Mata-Mata China Untuk Perang Lawan Amerika Serikat
Hukum dan keadilan dipastikan akan tetap berjalan meskipun pelaku telah berusaha keras menghilangkan jejak selama berminggu-minggu di luar negeri.
Pelarian Terencana ke Hong Kong
"Tuan Varela telah melarikan diri selama lebih dari dua bulan dalam upaya menghindari tuntutan hukum atas kejahatan keji ini, namun keadilan tidak pernah lupa," lanjut Patel.
Berdasarkan data penerbangan internasional tersangka diketahui meninggalkan wilayah Amerika Serikat tepat pada hari saat jasad istrinya ditemukan.
Penyelidik federal berhasil melacak keberadaan tersangka melalui permintaan pengungkapan darurat dari platform pesan singkat WhatsApp miliknya.
Data lokasi tersebut menunjukkan bahwa tersangka sempat berada di Hong Kong meskipun ia tidak memiliki keterikatan keluarga di sana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Harga Plastik Melejit, Zulhas Dorong Transisi ke Kemasan Ramah Lingkungan
-
Iran Sebut Blokade AS di Selat Hormuz Bisa Ganggu Gencatan Senjata
-
Cari Sensasi Berujung Jeruji: 3 'Bang Jago' Tawuran di Taman Sari Diciduk, Satu Pelaku Positif Sabu!
-
Anak Joe Biden: Founding Father Pasti Malu AS Punya Presiden seperti Donald Trump
-
Pramono Anung Klarifikasi Jual Nama Halte ke Parpol: Cuma Bercanda
-
Bukan Hanya Hutan, Blue Carbon Jadi Kunci Baru Redam Krisis Iklim: Seberapa Efektif?
-
Senat AS Menolak Lagi! Upaya Rem Kewenangan Perang Donald Trump ke Iran Kandas
-
Napi Korupsi Ngopi di Kendari Viral, Ini 7 Fakta Supriadi Eks Syahbandar Kolaka
-
Tegang! Upaya Eksekusi Rumah Dinas TNI di Slipi Diwarnai Adu Mulut, Warga Minta Prabowo Turun Tangan
-
Ayah Pelaku Penembakan di Turki Masih Aktif sebagai Polisi, Punya Jabatan Mentereng