News / Internasional
Kamis, 16 April 2026 | 12:49 WIB
Kepala Staf Angkatan Darat Paskitan ke Iran untuk melanjutkan misi negosiasi dengan AS, (Tasnimnews)
Baca 10 detik
  • Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, mengunjungi Teheran pada 15 April 2026 untuk memediasi ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
  • Pakistan berupaya membuka dialog lanjutan setelah berhasil memfasilitasi gencatan senjata sementara di tengah konflik kedua negara tersebut.
  • Iran bersedia berunding dengan Amerika Serikat melalui perantara Pakistan dengan syarat adanya kerangka negosiasi yang dianggap wajar.

Suara.com - Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir tiba di Teheran pada Rabu (15/4/2026) untuk menjalani agenda diplomatik penting.

Dalam kunjungan tersebut, ia dijadwalkan bertemu Menteri Luar Negeri Iran guna membahas upaya terbaru meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Pertemuan ini menjadi bagian dari lanjutan proses diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran yang sebelumnya terlibat konflik sejak akhir Februari 2026.

Pakistan kini memainkan peran strategis sebagai mediator, setelah sukses memfasilitasi dialog langsung kedua negara yang menghasilkan kesepakatan gencatan senjata sementara.

Menurut laporan media Iran, delegasi yang dipimpin Munir membawa misi untuk membuka peluang dialog lanjutan.

Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Field Marshal Asim Munir, telah mendarat di ibu kota Iran pada hari Rabu dengan memimpin delegasi politik dan keamanan tingkat tinggi. [Dok. Aaj English TV]

Sumber di Teheran menyebutkan Iran tidak menutup pintu perundingan, namun menetapkan sejumlah syarat bagi Washington.

Salah satunya adalah komitmen untuk mengikuti kerangka negosiasi yang wajar.

Selain itu, perkembangan situasi di Lebanon turut menjadi faktor penting. Stabilitas di negara tersebut dinilai dapat menjadi sinyal positif bagi Iran untuk kembali duduk dalam pembicaraan dengan pihak Amerika Serikat.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menunjukkan keyakinan bahwa proses diplomasi akan berlanjut dalam waktu dekat.

Baca Juga: Beda Peran Laut Merah dan Selat Hormuz, Akan Ditutup Iran?

Ia bahkan memberi sinyal kuat terkait perkembangan pembicaraan di Islamabad.

"Anda sebaiknya tetap di sana (Islamabad), karena sesuatu mungkin terjadi dalam dua hari ke depan, dan kami lebih cenderung untuk pergi ke sana," ujar Trump dikutip dari The Guardian.

Pernyataan tersebut memperkuat indikasi bahwa jalur diplomasi masih terbuka, meskipun situasi di lapangan belum sepenuhnya stabil.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah penting dalam meredakan konflik yang berpotensi meluas, sekaligus membuka jalan menuju kesepakatan yang lebih permanen antara pihak-pihak yang bertikai.

Load More