News / Nasional
Jum'at, 17 April 2026 | 21:02 WIB
Rekam Jejak Syekh Ahmad Al Misry (daqu.sch.id)

Suara.com - Nama Syekh Ahmad Al Misry belakangan menjadi perhatian publik setelah terseret dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap santri. Sosok yang sebelumnya dikenal sebagai pendakwah dan pengajar agama ini kini menghadapi sorotan tajam, terutama terkait rekam jejak, pendidikan, hingga kronologi kasus yang mencuat.

Fenomena ini memunculkan banyak pertanyaan dari masyarakat, siapa sebenarnya Syekh Ahmad Al Misry? Bagaimana latar belakang pendidikannya? Dan seperti apa perkembangan terbaru dari kasus yang menjeratnya?

Profil Syekh Ahmad Al Misry

Syekh Ahmad Al Misry dikenal sebagai seorang pendakwah yang aktif mengisi kajian keislaman dan kegiatan pendidikan agama. Ia disebut memiliki jaringan dakwah yang cukup luas, termasuk keterlibatan dalam pembinaan santri dan program pendidikan berbasis keislaman.

Dalam beberapa sumber, ia juga dikenal sebagai figur yang memiliki pengaruh di kalangan santri, terutama karena pendekatan keilmuan yang dikaitkan dengan studi ke Timur Tengah, khususnya Mesir.

Namun, hingga kini, informasi detail terkait biodata lengkap seperti tanggal lahir atau riwayat keluarga masih terbatas di ruang publik.

Latar Belakang Pendidikan

Syekh Ahmad Al Misry disebut memiliki latar belakang pendidikan agama yang kuat, dengan keterkaitan pada studi di Timur Tengah, khususnya Mesir. Hal ini menjadi salah satu faktor yang membuatnya dipercaya oleh banyak santri dan orang tua.

Narasi mengenai pendidikan ke Mesir bahkan menjadi daya tarik utama dalam aktivitas dakwahnya. Ia kerap menawarkan peluang belajar ke luar negeri sebagai bagian dari program pembinaan santri.

Sayangnya, aspek ini juga yang kemudian disebut dalam sejumlah laporan sebagai bagian dari modus dalam kasus yang kini mencuat.

Kronologi dan Update Kasus Dugaan Pelecehan Santri

Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret Syekh Ahmad Al Misry bukanlah isu baru, namun kembali mencuat dan berkembang pada 2025–2026.

Baca Juga: Kawal Kasus di UI, Menteri Brian Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Pelecehan Seksual

Menurut laporan, dugaan pelecehan sudah terjadi sejak sekitar tahun 2021. Saat itu, korban bersama pihak pengajar sempat melakukan klarifikasi (tabayun) kepada yang bersangkutan. Dalam proses tersebut, ia disebut sempat meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya.

Namun, pada akhir 2025, muncul pengakuan baru dari sejumlah korban yang menyatakan bahwa tindakan serupa kembali terjadi. Hal ini mendorong pihak terkait untuk membawa kasus ke ranah hukum. Laporan resmi kemudian diajukan ke Mabes Polri pada 28 November 2025.

Sejumlah saksi mengungkap bahwa pelaku diduga menggunakan pendekatan:

  • Iming-iming beasiswa atau sekolah ke Mesir
  • Pendekatan agama untuk membangun kepercayaan
  • Justifikasi tindakan menggunakan narasi keagamaan

Korban disebut mayoritas adalah santri laki-laki, termasuk yang masih di bawah umur.

Beberapa fakta yang mencuat ke publik antara lain:

  • Korban merupakan santri penghafal Al-Qur’an
  • Dugaan tindakan dilakukan berulang kali
  • Ada indikasi tekanan psikologis dan manipulasi kepercayaan

Kasus ini juga disebut melibatkan lima korban utama dalam laporan awal.

Load More