- Jusuf Kalla menyatakan dirinya berperan krusial membawa Joko Widodo dari Solo menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga Presiden RI.
- Guntur Romli menyebut pernyataan Jusuf Kalla memberikan kesan bahwa Joko Widodo telah berkhianat terhadap orang-orang yang berjasa besar.
- Politisi PDIP tersebut menegaskan partai telah memecat Joko Widodo dan tidak ingin lagi membahas keterkaitan dengan mantan presiden.
Suara.com - Politisi PDIP M Guntur Romli enggan menanggapi secara serius soal hal yang berbau dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi.
Namun ia menilai adanya pernyataan dari Wapres ke-10 dan 12 RI Jusuf Kalla (JK) baru-baru ini dianggapnya memiliki kesan bahwa Jokowi memang berkhianat terhadap orang-orang memiliki jasa.
Hal itu disampaikan Guntur menanggapi pernyataan JK yang sebelumnya menyinggung jika Jokowi menjadi Presiden karena dibawa olehnya.
"PDI Perjuangan sudah tutup buku dgn Pak Jokowi, sudah dipecat. Tidak mau lagi membahas dan dikaitkan dengan Jokowi. Tapi kesan dari pernyataan Pak JK, Jokowi itu memang berkhianat dan melukai pada orang-orang yang berjasa besar padanya," kata Guntur kepada wartawan, Senin (20/4/2026).
Guntur lantas menyebut orang-orang yang dianggap telah dikhianati Jokowi, dari Megawati Soekarnoputri hingga JK.
"Dari Bu Mega, Pak JK, Mas Hasto Kristiyanto, Mas Ganjar Pranowo, Mas Pramono Anung (dalam Pilkada DKI), Bu Risma, Pak Andika Perkasa, Mas FX Rudy, Pak Ahok juga dan PDI Perjuangan," ujarnya.
"Dan tidak hanya ke orang-orang PDI Perjuangan juga pada Pak Anies Baswedan dan Pak Tom Lembong yg semuanya pernah membentu Jokowi," sambungnya.
Ia mengatakan, orang-orang yang disebutkannya tersebut memiliki jasa besar terhadap karir politik Jokowi. Namun justru dibalas pengkhianatan.
"Nama-nama yg saya sebut itu semua berkontribusi besar terhadap karir Jokowi, tapi apa balasannya? Pengkhianatan dan menyakitkan," pungkasnya.
Baca Juga: Tanggapi JK, Ketum Termul Firdaus Oiwobo: Jokowi Jadi Presiden Itu Kehendak Allah, Bukan Jasa Orang!
Sebelumnya, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), meluapkan kegeramannya setelah dirinya terseret dalam berbagai polemik, mulai dari laporan dugaan penistaan agama hingga isu ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
JK secara tegas mengingatkan semua pihak mengenai peran krusialnya dalam memboyong Jokowi dari Solo hingga sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan akhirnya menjadi Presiden.
Ia menekankan bahwa karier nasional Jokowi tidak lepas dari campur tangan dan rekomendasinya saat itu.
"Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa ke Jakarta dari Solo, untuk jadi gubernur. Saya yang bawa," ujar JK dalam konferensi pers di Kediamannya di Kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).
JK menceritakan kembali momen saat dirinya meyakinkan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, untuk mengusung Jokowi di Pilkada DKI Jakarta tahun 2012 silam.
"Itu Ibu Mega. (Saya bilang) 'Ibu, ini calon baik orang PDIP'. Akhirnya beliau setuju. Jadilah gubernur," kenang JK.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan