-
JD Vance menuju Pakistan guna memulai perundingan damai penyelesaian blokade ekonomi dengan Iran.
-
Delegasi Iran berangkat ke Islamabad setelah mendapatkan persetujuan langsung dari pemimpin tertinggi mereka.
-
Tekanan dari IRGC sempat menghambat rencana dialog sebelum akhirnya mediasi internasional berhasil dilakukan.
Suara.com - Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance memulai langkah diplomatik krusial menuju Islamabad untuk memecah kebuntuan blokade ekonomi di Selat Hormuz.
Misi ini menjadi pertaruhan besar bagi pemerintahan Donald Trump dalam menstabilkan kembali jalur perdagangan energi global melalui jalur dialog.
Dikutip dari Jerualem Post, kehadiran sosok berpengaruh seperti Jared Kushner dalam rombongan menunjukkan keseriusan Washington untuk mencapai kesepakatan permanen dengan pihak Teheran.
Pakistan kini menjadi panggung diplomasi internasional setelah mediator dari Mesir dan Turki berhasil meyakinkan kedua pihak untuk bertemu.
Langkah ini diambil di tengah ketegangan militer yang sempat menghambat komunikasi formal antara dua negara yang berseteru tersebut.
Delegasi Iran dilaporkan sempat mengalami keraguan internal akibat tekanan kuat dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Kelompok militer tersebut mendesak agar tim negosiasi tetap berpegang pada posisi keras sebelum syarat penghapusan blokade terpenuhi.
Namun situasi berubah setelah adanya intervensi langsung dari otoritas tertinggi di Teheran untuk mengizinkan keberangkatan tim ke Pakistan.
Ketua Parlemen Iran Mohammed-Bagher Ghalibaf dipercaya memimpin delegasi untuk berhadapan langsung dengan utusan khusus Amerika Serikat.
Baca Juga: Gencatan Senjata Segera Berakhir! Arogansi AS Berpotensi Rusak Perundingan Damai Iran di Pakistan
Informasi mengenai pergerakan ini sempat simpang siur sebelum akhirnya dikonfirmasi oleh sumber internal Gedung Putih dan pejabat Iran.
JD Vance didampingi oleh utusan khusus Steve Witkoff dalam upaya menyusun kerangka perdamaian yang bisa diterima kedua pihak.
Keterlibatan keluarga dekat Trump dianggap sebagai sinyal bahwa pembicaraan ini memiliki jalur koordinasi langsung ke meja Presiden.
Tim perunding Iran sendiri baru berani melangkah setelah mendapatkan jaminan keamanan dan politik dari pemimpin tertinggi mereka.
Axios melaporkan bahwa tim perunding Iran bimbang karena adanya desakan kuat dari Garda Revolusi untuk bersikap lebih tegas.
"Tim perunding Iran ragu-ragu di bawah tekanan dari IRGC untuk mengambil garis yang lebih kuat dan menolak pembicaraan tanpa diakhirinya blokade AS," lapor Axios.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Daftar Harga Sewa iPhone di Jogja: Mulai Rp110 Ribu, Bisa Bikin Konten Estetik Seharian
-
Unik! Siswa Baru SMA Islam Al Azhar 9 Jogja Diajak Jajal Golf, MPLS Sekaligus Jaring Bibit Unggul
-
5 Aplikasi Cek Kulit Gratis, Lengkap dengan Rekomendasi Produknya Sesuai Jenis Kulit
-
Polisi Telusuri Penyalahgunaan BBM Subsidi di Rohil, Ungkap Modusnya
-
3 Moisturizer Mochi Skin Terbaik untuk Bikin Kulit Kenyal dan Cerah
-
Jaga Sumber Air dari Hulu hingga ke Hilir, AMDATARA Tanam 250 Mangrove di Pesisir Jateng
-
134 Karya Siswa Sekolah Rakyat Semarakkan Lomba Fotografi Awan Cerah 2026 di TIM
-
Jaksa Agung Rotasi Besar-besaran, Posisi Dirdik Jampidsus Hingga 8 Kajati Resmi Berganti
-
Review Jujur Drunken Molen: Humor Absurd yang Diam-Diam Menertawakan Hidup
-
Bos Whip Pink Ayah dan Anak Jadi Tersangka, Bareskrim Bongkar Bisnis Gas Tertawa Ilegal