- Pemerintah Thailand merencanakan pembangunan terusan darat senilai Rp531 triliun di wilayah Kra untuk menghubungkan Samudera Hindia dan Pasifik.
- Proyek yang dijadwalkan rampung tahun 2039 ini bertujuan memangkas durasi pelayaran empat hari serta menekan biaya logistik 15 persen.
- Infrastruktur ini mencakup pelabuhan laut dalam, jalan raya, dan rel kereta api sepanjang 90 kilometer di Ranong serta Chumphon.
Suara.com - Pemerintah Thailand mengatakan akan membangun terusan darat di selatan wilayahnya, yang akan menghubungkan antara Samudera Hindia dengan Pasifik. Jika terwujud, maka terusan tersebut akan menjadi alternatif atau bahkan saingan bagi Selat Malaka.
Deputi Perdana Menteri Thailand Phiphat Ratchakitprakarn, yang membawahi kementerian transportasi, pada Senin (20/4/2026) mengatakan bahwa penutupan Selat Hormuz oleh Iran dan Amerika Serikat membuka mata banyak orang akan tingginya nilai jalur perdagangan strategis.
Pemerintah Thailand kini akan serius menggarap proyek terusan darat senilai 1 triliun baht atau sekitar Rp 531 triliun tersebut, demikian dilansir dari Bloomberg.
"Konflik Timur Tengah menunjukkan kepada kita pentingnya mengendalikan rute transportasi. Thailand akan memiliki keuntungan besar dengan mengoperasikan jalur yang menghubungkan Samudera Pasifik dan Hindia," kata Phiphat.
Terusan itu diharapkan akan dibangun di area Kra dan menghubungkan antara Teluk Thailand dengan Laut Andaman. Jika terwujud maka jalur baru itu bisa memangkas waktu pelayaran hingga empat hari jika dibandingkan dengan jalur Selat Malaka. Sementara ongkos transportasi juga bisa dihemat hingga 15 persen.
Untuk membangun proyek raksasa itu, Thailand harus membangun pelabuhan-pelabuhan laut dalam di Provinsi Ranong dan Chumphon. Selain itu, akan dibangun juga jalan raya dan rel kereta api sejauh 90 km untuk menghubungkan dua kota tersebut.
Sementara dari sisi politik, pemerintah akan mendorong legislasi yang mengatur pembangunan tersebut. Rencananya terusan darat itu akan rampung pada 2039 tapi para investor baru akan balik modal dalam 24 tahun setelahnya. Targetnya terusan tersebut akan menghasilan 58 juta baht di tahun pertama pengoperasiannya.
Tadinya Thailand berambisi membangun kanal atau terusan air di lokasi tersebut. Tapi besarnya biaya dan risiko keamanan - menciptakan perbatasan fisik dengan wilayah Selatan di dihuni kelompok separatis - membuat pemerintah Thailand mengurungkan niat tersebut.
Adapun proyek terusan darat meski lebih realistis, tapi masih mendapat banyak penentangan di Thailand. Meskipun kajian terhadap proyek itu sudah rampung tahun lalu, tapi beberapa pihak menilai jumlah investasi yang diperlukan terlalu besar.
Baca Juga: PIS: 94 Persen Kru Kapal Pertamina Adalah WNI
Selain itu, pembangunan terusan darat tersebut juga dikhawatirkan akan sia-sia karena kapal-kapal masih akan memilih untuk melewati Selat Malaka, yang secara logistik sudah lebih matang.
Berita Terkait
-
Gencatan Senjata Segera Berakhir! Arogansi AS Berpotensi Rusak Perundingan Damai Iran di Pakistan
-
Xi Jinping Tekankan Normalisasi Selat Hormuz Jadi Prioritas Global
-
China Kecam AS Sita Kapal Iran di Selat Hormuz, Peringatkan Risikonya
-
Pengamat Sebut Amerika Serikat 'Kalah' di Perang Iran: Kas Negara Boncos, Tujuan Tak Tercapai
-
Panas di Selat Hormuz, Iran Temui Rusia, Apa Hasilnya?
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Terkini
-
Lampu Hijau Peluncuran! Sertifikasi Xiaomi Pad 9 dan Xiaomi 17 Fold Resmi Terbit
-
Mobil Bisa Dihack? Intip Fakta Ngerinya yang Ternyata Beda dari Film Hollywood
-
Mobil Bisa Dihack? Intip Fakta Ngerinya yang Ternyata Beda dari Film Hollywood
-
4 Browcara Lokal Tahan Keringat untuk Alis Rapi Seharian di Cuaca Panas
-
Prabowo Puji Peran TNI Dongkrak Produksi Beras, Panen Capai 19,2 Juta Ton hingga Juni 2026
-
Bukan Berhenti Total, Ini Tugas Baru Nanik S. Deyang dari Prabowo Usai Mundur dari Kepala BGN
-
3 Zodiak yang Menarik Kesuksesan dan Kekayaan Hari Ini 22 Juli 2026
-
5 Tips Memilih Sepeda Hybrid untuk Pemula agar Nyaman dan Awet Dipakai Bertahun-tahun
-
Shio Apa yang Cocok untuk Pasangan dengan Shio Naga?
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya