- Kementerian ESDM dan PT PLN melakukan investigasi mendalam akibat pemadaman listrik massal berulang di wilayah Jakarta selama April 2026.
- Pemerintah meninjau infrastruktur gardu induk di Jakarta karena diduga menjadi penyebab utama terganggunya pasokan energi listrik nasional.
- Dampak pemadaman melumpuhkan aktivitas perkantoran, rumah tangga, hingga operasional transportasi publik MRT di sejumlah titik pusat bisnis Jakarta.
Suara.com - Kondisi kelistrikan di Ibu Kota Jakarta tengah menjadi sorotan setelah mengalami pemadaman listrik massal sebanyak dua kali dalam kurun waktu satu bulan.
Menanggapi situasi yang meresahkan warga dan pelaku ekonomi ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) langsung mengambil langkah tegas dengan melakukan koordinasi intensif bersama PT PLN (Persero).
Investigasi mendalam kini tengah dilakukan untuk membongkar akar permasalahan yang menyebabkan Jakarta kembali gelap gulita.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot, mengonfirmasi bahwa pemerintah tidak tinggal diam melihat gangguan layanan vital ini. Pihaknya telah mengerahkan tim teknis untuk memantau langsung kondisi di lapangan dan mengevaluasi kinerja infrastruktur kelistrikan milik PLN.
Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas pasokan energi di pusat pemerintahan dan ekonomi nasional tidak terus terganggu oleh masalah teknis yang berulang.
“Jadi untuk ini ya saya juga sudah koordinasikan. Tim dari Ditjen (Direktorat Jenderal) Ketenagalistrikan juga sudah melakukan koordinasi dengan PLN itu (mati listrik) penyebabnya apa,” ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot ketika dijumpai di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah menaruh perhatian serius pada insiden ini. Tim dari Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan saat ini masih berada di berbagai titik strategis untuk melakukan investigasi menyeluruh.
Berdasarkan hasil pemantauan awal, terdapat indikasi kuat bahwa masalah bersumber dari infrastruktur utama. Yuliot mengungkapkan adanya kecurigaan terhadap kondisi peralatan di sejumlah gardu induk yang tersebar di wilayah Jakarta.
Gardu induk merupakan komponen krusial dalam menyalurkan listrik dari pembangkit ke pelanggan, sehingga kerusakan pada bagian ini akan berdampak luas secara instan.
Baca Juga: Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa
Pemerintah juga membuka peluang untuk melakukan peremajaan infrastruktur jika ditemukan adanya alat yang sudah tidak layak pakai atau mengalami degradasi fungsi.
“Penyebab itu (mati listrik) akan diselesaikan, termasuk kemungkinan pergantian peralatan di beberapa gardu induk,” ujar Yuliot sebagaimana dilansir Antara.
Berdasarkan pantauan pada Kamis (23/4) pagi, pemadaman listrik dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan elit dan pusat bisnis di Jakarta Pusat, seperti Thamrin dan Bendungan Hilir.
Wilayah Jakarta Selatan pun tidak luput dari gangguan, dengan laporan mati listrik di Kuningan, Jagakarsa, hingga Tebet. Selain itu, beberapa daerah di Jakarta Timur juga mengalami nasib serupa, yang mengganggu aktivitas harian warga serta operasional perkantoran.
Kejadian ini memicu kekhawatiran publik karena bukan merupakan insiden pertama di bulan April. Sebelumnya, mati listrik juga sempat melumpuhkan sebagian wilayah Jakarta pada Kamis (9/4).
Pada insiden pertama di tanggal 9 April tersebut, pihak PLN sempat memberikan penjelasan bahwa gangguan bersumber dari sistem di sejumlah gardu induk.
Berita Terkait
-
Indonesia Impor Minyak Rusia Hingga 150 Juta Barel, Belum Cukup Sampai Akhir Tahun
-
Ditanya soal Jakarta Mati Listrik Massal, Wamen ESDM Yuliot Tanjung: Saya Juga Kena Dampak!
-
Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa
-
Listrik PLN Anjlok, Lampu Merah di Jakarta Banyak yang Mati, Polisi Waspada Macet Parah Sore Ini
-
PLN Cari Biang Kerok Penyebab Mati Listrik Massal di Jakarta
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Bikin Skenario Brutal Serang Orang Yahudi, Dua Remaja AS Terancam Hukuman Berat
-
KPK Dalami Aliran Dana CSR di Kasus Madiun, Dirut Perumda Ikut Diperiksa
-
Prabowo Harus Diturunkan? Kritik Keras Saiful Mujani soal Ancaman Konstitusi dan Demokrasi
-
Kemenkes Libatkan NU dan Muhammadiyah, Lawan Hoaks Vaksin yang Masih Marak
-
Rekaman Mengerikan Dua Pesawat Nyaris Adu Banteng di Bandara JFK
-
Belum Ada APAR untuk Mobil Listrik, DPRD DKI Peringatkan Risiko Kebakaran
-
Cara Culas Prajurit AS Untung Rp6,5 Miliar dari Operasi Penangkapan Nicolas Maduro
-
Peringati Hari KI Sedunia, DJKI Gelar Layanan di Car Free Day Serentak 33 Provinsi
-
Babak Baru Tragedi Benhil: Polisi Bidik Agen dan Majikan Buntut PRT Tewas Terjun dari Lantai 4!
-
Gatot Nurmantyo dan Eks Panglima TNI Bahas Izin Lintas Udara, Menhan Sjafrie: Kepentingan Nasional