- Menko PMK Muhaimin Iskandar mengarahkan Program MBG agar difungsikan sebagai instrumen strategis untuk mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem.
- Program ini harus menggerakkan ekonomi lokal melalui penyerapan bahan baku dari petani, peternak, nelayan, serta pelaku UMKM setempat.
- Rapat koordinasi di Jakarta pada 11 Juni 2026 menegaskan anggaran besar pemerintah wajib menciptakan lapangan kerja dan pendapatan masyarakat.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) meminta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya diposisikan sebagai program pemenuhan gizi masyarakat.
Menurutnya, program dengan anggaran jumbo tersebut harus menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang mampu mempercepat penghapusan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.
Pernyataan itu disampaikan Cak Imin saat Rapat Koordinasi Terbatas Tingkat Menteri Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Ia menegaskan pelaksanaan MBG harus selaras dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan dan Kemiskinan Ekstrem.
Menurutnya, program tersebut tidak boleh berhenti pada pemberian makanan gratis, tetapi harus mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang menguntungkan masyarakat miskin.
"Diprioritaskan untuk ekosistem pemberdayaan kaum miskin, sehingga otomatis Inpres 8 ini akan terlaksana dengan amat sangat mudah, dengan anggaran yang sangat bagus," kata Cak Imin.
Ia menyebut ada dua target utama yang harus dicapai melalui MBG. Selain mengurangi beban pengeluaran rumah tangga miskin, program tersebut juga harus membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Karena itu, Cak Imin meminta anggaran MBG yang beredar dalam jumlah besar diarahkan untuk menggerakkan ekonomi lokal, mulai dari petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, koperasi desa hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
"Salah satu ekosistem yang paling terbentuk adalah bagaimana menumbuhkan perlaku usaha baru, sekaligus menstabilkan harga sehingga petani untung dari proses MBG," ujarnya.
Baca Juga: Buru Nama Besar! Kejagung Fokus Bedah 'Nyanyian' Sony Sanjaya di Korupsi MBG
Cak Imin juga menekankan pentingnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyerap bahan baku dari wilayah sekitar. Dengan demikian, kebutuhan pangan dalam program MBG dapat menjadi pasar yang stabil bagi masyarakat di daerah.
Ia mengingatkan arahan Presiden Prabowo Subianto agar perputaran anggaran pemerintah benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lapisan bawah.
"Bolak-balik Bapak Presiden menyampaikan, uang yang beredar di bawah, jumlahnya sangat besar dan harus berdampak kepada mereka," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Kasus Tambang Ilegal dan TPPU, Bareskrim Polri Sita Pabrik Pemurnian Emas PT SJU di Sidoarjo
-
Sadis! Pemuda Tewas di Biliar Grogol Sengaja Dijatuhkan dari Lantai 2 usai Cekcok Mabuk Miras
-
Modal Rp5 Miliar Tagih Rp44 Miliar, Tiga ASN Kemendag Didakwa Korupsi Gerobak Rp39 M
-
Viral Bocah 6 Tahun di Jakpus Pingsan Tersengat Listrik, Polisi Usut Dugaan Perundungan
-
Tito Karnavian Siap 'Tempur' Bahas RUU Pemilu: Apa Pun Skenarionya Kami Siap
-
Mahasiswa Jaksel Turun ke Jalan, Desak Copot Menkeu dan Tolak Kenaikan BBM
-
Ketua Harian Dekranas Tri Tito: Publikasi yang Baik Kunci Memperluas Gaung Kerajinan Nasional
-
Susah Cari Lahan di Kota, Target 80 Ribu Koperasi Merah Putih Dipangkas?
-
Benarkah Mama Sinta Diculik Pakai Pesawat? Pangdam Mandala Trikora Akhirnya Buka Suara
-
Saya Hanya Pelaksana: Ketua Tim Pemeriksaan BPK Klaim Tak Terima Uang Suap