- Presiden Donald Trump menggelar pertemuan dengan tim keamanan nasional untuk membahas proposal damai dari pemerintah Iran hari ini.
- Iran mengusulkan pembukaan Selat Hormuz dengan syarat Amerika Serikat mencabut blokade ekonomi serta menghentikan seluruh operasi militer.
- Pemerintah Amerika Serikat belum mengambil keputusan final karena masih memprioritaskan pencegahan pengembangan senjata nuklir oleh pihak Iran.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar pertemuan dengan tim keamanan nasional untuk membahas proposal terbaru dari Iran terkait upaya mengakhiri konflik di Timur Tengah.
Proposal tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dengan syarat Amerika Serikat mencabut blokade ekonomi dan menghentikan operasi militer yang berlangsung sejak Februari lalu.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengonfirmasi pertemuan tertutup tersebut.
"Saya dapat mengonfirmasi bahwa presiden telah bertemu dengan tim keamanan nasionalnya pagi ini. Proposal tersebut sedang dibahas," ujar Leavitt kepada wartawan.
Ia menegaskan, pemerintah AS belum mengambil keputusan final terkait tawaran Teheran.
"Yang dapat saya ulangi adalah bahwa garis merah presiden terkait Iran sudah sangat jelas, tidak hanya bagi publik Amerika, tetapi juga bagi mereka," katanya.
Iran Tawarkan Jalan Tengah
Di tengah meningkatnya tekanan internasional, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengakui Iran menunjukkan keseriusan untuk mencapai kesepakatan.
Namun, Rubio menegaskan, setiap perjanjian harus memastikan Iran tidak dapat mengembangkan senjata nuklir.
Baca Juga: Pasokan Terancam di Selat Hormuz, Tren Kenaikan Harga Minyak Belum Reda
"Kita harus memastikan bahwa setiap kesepakatan secara definitif mencegah mereka menuju senjata nuklir kapan pun," tegas Rubio.
Menurut sejumlah laporan, Iran menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai imbalan atas pencabutan blokade pelabuhan dan pelonggaran sanksi ekonomi.
Selain itu, Teheran juga mengusulkan agar pembahasan mengenai program nuklir dilakukan pada tahap berikutnya demi mempercepat gencatan senjata.
Selat Hormuz Jadi Kunci Negosiasi
Upaya perdamaian sebelumnya sempat dilakukan dalam perundingan di Islamabad pada 11 April, tetapi belum menghasilkan kesepakatan.
Konflik yang pecah pada 28 Februari itu sempat mereda setelah Pakistan memediasi gencatan senjata pada 8 April. Meski demikian, situasi kembali memanas setelah Trump membatalkan rencana pengiriman utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Pakistan.
Berita Terkait
-
Kapal Mewah Rp8 T Milik Taipan Rusia Tembus Blokade Hormuz, AS Gak Berani Nyerang
-
Geger Aksi Aktivis HAM Eropa Kibarkan Bendera Iran di Laga AC Milan vs Juventus
-
Negara Sekaya Arab Saudi Mulai Hemat Anggaran Buntut Perang AS - Iran
-
Mengapa Rupiah Terus Anjlok?
-
Trump Ngambek Soal Nuklir, Buntu Negosiasi AS-Iran Bikin Harga Minyak Jadi USD 107
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Jupnas Gizi Pertanyakan Kontradiksi Data Program MBG, Padahal Dulu Pamer Capaian
-
Massa Mahasiswa ke Aparat di Thamrin: Bapak Nanti Jaganya di HI Saja, Biarin Kita Jalan Dulu Pak!
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Diikuti Lebih Dari 45.000 Peserta dari 52 Negara
-
Jejak Angelo Pandeli: Pentolan Hells Angels yang Diburu Dunia Ditangkap di Bali
-
DPR Endus Pemborosan Rp1 T di BGN, Desak Audit Investigatif Ribuan Dapur MBG
-
Alasan Polisi Larang Mahasiswa Demo di Bundaran HI, Takut Jakarta Lumpuh
-
Kisah Ade dan Obed, PKL yang Ketiban Rezeki Nomplok di Tengah Riuhnya Demo Mahasiswa di Bundaran HI
-
Demo Mahasiswa: 5 Rute Transjakarta Berhenti dan MRT Tutup Sejumlah Akses Stasiun
-
CPJ Kecam Teror Kepala Ayam Busuk ke Floresa: Kebebasan Pers RI Tak Boleh Dikangkangi!
-
Inisiatif Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar Bermunculan, Mengapa Belum Banyak Digunakan Secara Luas?