-
Kegagalan negosiasi damai AS-Iran memicu kenaikan harga minyak Brent dan WTI secara signifikan.
-
Blokade Selat Hormuz menghambat distribusi 20 persen pasokan minyak dan gas dunia setiap harinya.
-
Pemulihan aliran energi global diprediksi memakan waktu lama meskipun konflik militer nantinya segera berakhir.
Suara.com - Pasar energi global kini menghadapi tekanan hebat setelah upaya diplomatik untuk mengakhiri perselisihan militer antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu.
Kenaikan harga minyak yang terus berlanjut dipicu oleh ketidakpastian pembukaan kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur urat nadi pengiriman energi internasional.
Kondisi ini diperparah oleh sikap skeptis Washington terhadap tawaran terbaru dari Teheran yang dianggap tidak menyentuh akar permasalahan konflik kedua negara.
Pasokan minyak mentah dari Timur Tengah kini tertahan dan tidak dapat menjangkau pembeli global akibat blokade yang masih berlangsung di wilayah perairan tersebut.
Investor semakin khawatir karena ketegangan ini tidak hanya bersifat politis tetapi sudah mengganggu arus fisik komoditas secara signifikan di lapangan.
Seorang pejabat Amerika Serikat mengungkapkan bahwa Presiden Donald Trump merasa tidak puas dengan poin-poin yang diajukan oleh pihak Iran.
Sumber internal dari Teheran menyebutkan bahwa proposal mereka sengaja tidak membahas program nuklir sebelum konflik bersenjata dan sengketa pelayaran berakhir.
Ketidaksepakatan ini membuat konfrontasi kedua belah pihak berada dalam posisi sulit yang sangat berisiko bagi stabilitas ekonomi dunia.
Dampaknya, Iran tetap menutup jalur distribusi di Selat Hormuz yang biasanya menopang sekitar 20 persen kebutuhan minyak dan gas global.
Baca Juga: Bahrain Cabut Kewarganegaraan 69 Orang karena Dukung Iran
Sementara itu, Amerika Serikat masih bersikukuh mempertahankan aksi blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan utama milik Iran sebagai bentuk tekanan balik.
Kontrak berjangka minyak Brent untuk pengiriman Juni mengalami kenaikan sebesar 45 sen atau sekitar 0,4 persen menjadi $108,68 per barel.
Lonjakan ini terjadi setelah pada sesi perdagangan sebelumnya mencatatkan kenaikan 2,8 persen yang merupakan level tertinggi sejak awal April.
Tren positif harga minyak Brent ini telah berlangsung selama tujuh hari berturut-turut tanpa menunjukkan tanda-tanda pendinginan dalam waktu dekat.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat juga naik 58 sen menjadi $96,96 per barel setelah menguat 2,1 persen sebelumnya.
Kegagalan pertemuan tatap muka pada minggu lalu menjadi pemicu utama sentimen negatif para pelaku pasar terhadap ketersediaan stok energi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa
-
Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya
-
Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah