- Menlu Iran Abbas Araghchi bertemu Presiden Vladimir Putin di St. Petersburg untuk mendiskusikan upaya diplomasi konflik Iran-AS.
- Pemerintah Amerika Serikat sedang meninjau proposal Iran mengenai pembukaan Selat Hormuz sebagai imbalan pencabutan blokade ekonomi.
- Washington tetap mensyaratkan jaminan pencegahan pengembangan senjata nuklir Iran demi mencapai kesepakatan damai yang bersifat permanen.
Suara.com - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di St. Petersburg untuk membahas upaya diplomatik mengakhiri konflik antara Iran dan Amerika Serikat.
Pertemuan ini mempertegas posisi Rusia sebagai mediator potensial di tengah kebuntuan negosiasi antara Teheran dan Washington.
Araghchi menilai hubungan strategis Iran dan Rusia semakin solid di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
"Peristiwa baru-baru ini telah membuktikan kedalaman dan kekuatan kemitraan strategis kami," tulis Araghchi melalui akun X miliknya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Moskow terhadap upaya diplomasi Iran.
"Seiring hubungan kami yang terus tumbuh, kami berterima kasih atas solidaritas dan menyambut baik dukungan Rusia terhadap diplomasi," tambahnya.
Rusia Masuk di Tengah Kebuntuan
Langkah Rusia muncul saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump masih mempertimbangkan proposal terbaru dari Iran.
Gedung Putih saat ini tengah membahas tawaran Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz dengan imbalan pencabutan blokade ekonomi dan penghentian operasi militer.
Baca Juga: Negara Sekaya Arab Saudi Mulai Hemat Anggaran Buntut Perang AS - Iran
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengonfirmasi pembahasan tersebut.
"Saya dapat mengonfirmasi bahwa presiden telah bertemu dengan tim keamanan nasionalnya pagi ini. Proposal tersebut sedang dibahas," ujar Leavitt dikutip dari Antara.
Meski demikian, Washington belum mengambil keputusan final terkait proposal tersebut.
Selat Hormuz Jadi Kartu Tawar Iran
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengakui Iran menunjukkan keseriusan dalam perundingan.
Namun, Washington tetap mensyaratkan jaminan bahwa Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir.
Berita Terkait
-
Bahrain Cabut Kewarganegaraan 69 Orang karena Dukung Iran
-
Blokade AS di Selat Hormuz, Jutaan Nyawa di Afrika dan Asia Terancam Kelaparan
-
Pojokkan AS, Iran Tawarkan Barter Selat Hormuz demi Akhiri Perang
-
Kapal Mewah Rp8 T Milik Taipan Rusia Tembus Blokade Hormuz, AS Gak Berani Nyerang
-
Geger Aksi Aktivis HAM Eropa Kibarkan Bendera Iran di Laga AC Milan vs Juventus
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Bahrain Cabut Kewarganegaraan 69 Orang karena Dukung Iran
-
Kecelakaan KRL Bekasi, Media Asing Sorot RI Banyak Pakai Armada Transportasi Umum Kurang Terawat
-
KAI Pastikan Tanggung Biaya Pengobatan hingga Pemakaman Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
-
Blokade AS di Selat Hormuz, Jutaan Nyawa di Afrika dan Asia Terancam Kelaparan
-
Tabrakan Maut Bekasi Timur Disorot MTI: Efek Domino hingga Dugaan Kelalaian Masinis
-
Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Datangi RSUD Pagi Ini
-
Pojokkan AS, Iran Tawarkan Barter Selat Hormuz demi Akhiri Perang
-
Kasus Andrie Yunus Disebut Terorisme Negara, Rakyat Tolak 'Sandiwara' Peradilan Militer
-
Dirut KAI Pastikan Tak Ada Pegawai Jadi Korban dalam Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
-
Saksi Mata Kecelakaan KRL Bekasi ke Media Asing: Semua Terjadi Sekejap Mata