- Pemerintah Bahrain mencabut kewarganegaraan 69 warganya yang dituduh mendukung Iran serta mengancam keamanan nasional negara tersebut.
- Keputusan yang diarahkan Raja Hamad bin Isa Al Khalifa ini muncul pascaserangan Iran terhadap fasilitas militer di Bahrain.
- Organisasi hak asasi manusia BIRD mengkritik kebijakan tersebut karena dinilai tidak transparan dan berpotensi melanggar hukum internasional.
Suara.com - Pemerintah Bahrain mencabut kewarganegaraan 69 warganya yang dituduh mendukung Iran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Keputusan tersebut diumumkan Kementerian Dalam Negeri Bahrain setelah serangan balasan Iran terhadap sejumlah fasilitas militer di negara kepulauan itu.
Pemerintah menuduh puluhan warga tersebut menunjukkan simpati kepada Teheran dan berkolusi dengan pihak asing yang dianggap mengancam keamanan nasional.
Arahan itu disebut dikeluarkan langsung oleh Raja Hamad bin Isa Al Khalifa. Berdasarkan hukum Bahrain, kewarganegaraan dapat dicabut jika seseorang dinilai merugikan negara atau tidak setia kepada pemerintah.
Tuai Kritik dari Lembaga HAM
Menyitat Al Jazeera, Selasa (28/4/2026), kebijakan ini menuai kecaman dari Institute for Rights and Democracy (BIRD), organisasi hak asasi manusia yang berbasis di London.
BIRD menilai pencabutan kewarganegaraan tersebut berbahaya dan berpotensi melanggar hukum internasional.
Organisasi itu juga menyoroti minimnya transparansi dari pemerintah Bahrain, termasuk tidak dipublikasikannya identitas para warga yang terkena sanksi.
Hingga kini, belum diketahui apakah mereka telah ditahan atau berada di luar negeri. Status kewarganegaraan ganda para individu tersebut juga belum terungkap.
Baca Juga: Trump Ngambek Soal Nuklir, Buntu Negosiasi AS-Iran Bikin Harga Minyak Jadi USD 107
Sejumlah pengamat menilai langkah ini berpotensi memperburuk situasi hak asasi manusia di Bahrain.
Ketegangan dengan Iran Memanas
Ketegangan di kawasan meningkat setelah Iran melancarkan serangan ke sejumlah target di Teluk sebagai respons atas konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Bahrain menjadi salah satu sasaran karena menjadi tuan rumah pangkalan militer Amerika Serikat.
Iran menuduh beberapa negara Teluk, termasuk Bahrain, memberikan dukungan logistik bagi operasi militer Washington.
Serangan tersebut dilaporkan merusak sejumlah fasilitas militer di wilayah Bahrain sebelum akhirnya mereda setelah gencatan senjata yang dimediasi Pakistan pada awal April.
Berita Terkait
-
Blokade AS di Selat Hormuz, Jutaan Nyawa di Afrika dan Asia Terancam Kelaparan
-
Pojokkan AS, Iran Tawarkan Barter Selat Hormuz demi Akhiri Perang
-
Kapal Mewah Rp8 T Milik Taipan Rusia Tembus Blokade Hormuz, AS Gak Berani Nyerang
-
Geger Aksi Aktivis HAM Eropa Kibarkan Bendera Iran di Laga AC Milan vs Juventus
-
Negara Sekaya Arab Saudi Mulai Hemat Anggaran Buntut Perang AS - Iran
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Kecelakaan KRL Bekasi, Media Asing Sorot RI Banyak Pakai Armada Transportasi Umum Kurang Terawat
-
KAI Pastikan Tanggung Biaya Pengobatan hingga Pemakaman Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
-
Blokade AS di Selat Hormuz, Jutaan Nyawa di Afrika dan Asia Terancam Kelaparan
-
Tabrakan Maut Bekasi Timur Disorot MTI: Efek Domino hingga Dugaan Kelalaian Masinis
-
Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Datangi RSUD Pagi Ini
-
Pojokkan AS, Iran Tawarkan Barter Selat Hormuz demi Akhiri Perang
-
Kasus Andrie Yunus Disebut Terorisme Negara, Rakyat Tolak 'Sandiwara' Peradilan Militer
-
Dirut KAI Pastikan Tak Ada Pegawai Jadi Korban dalam Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
-
Saksi Mata Kecelakaan KRL Bekasi ke Media Asing: Semua Terjadi Sekejap Mata
-
Penampakan Pagi di Bekasi Timur: Lokomotif KA Argo Bromo Mulai Dipisahkan dari KRL