-
Empat orang tewas dan puluhan warga luka akibat serangan udara Israel di Lebanon selatan.
-
Serangan terjadi meski terdapat kesepakatan perpanjangan gencatan senjata hasil mediasi di Washington.
-
Total korban tewas di Lebanon sejak Maret kini mencapai lebih dari 2.520 jiwa.
Suara.com - Agresi militer Israel di wilayah selatan Lebanon kembali memakan korban jiwa di tengah rapuhnya komitmen gencatan senjata antar kedua negara.
Laporan terbaru dari Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi empat orang meninggal dunia dan 51 warga lainnya mengalami luka-luka serius.
Dikutip dari Anadolu, insiden berdarah ini menunjukkan pola serangan yang kian intensif meski jalur diplomasi di Washington tengah diupayakan secara maraton.
Kekerasan ini terjadi justru saat masyarakat internasional menaruh harapan pada perpanjangan durasi penghentian permusuhan sementara yang baru saja diumumkan.
Data medis menunjukkan bahwa di antara puluhan korban luka, terdapat anak-anak dan perempuan yang terjebak dalam zona ledakan.
Wilayah distrik Tyre menjadi titik paling mematikan setelah jet tempur Israel menghantam kawasan pemukiman di kota Majdal Zoun.
Kementerian Kesehatan merinci bahwa seorang perempuan termasuk dalam daftar korban tewas akibat serangan udara yang menghancurkan bangunan tersebut.
"Kementerian menyatakan seorang perempuan berada di antara mereka yang tewas, sementara korban luka termasuk tiga anak-anak dan enam perempuan," ungkap otoritas kesehatan setempat.
Kondisi para korban luka saat ini masih dalam penanganan intensif di sejumlah rumah sakit terdekat di wilayah Lebanon selatan.
Baca Juga: Hizbollah Kecam Diplomasi Lemah Lebanon dengan Israel, Tuntut Pelucutan Senjata
Tim penyelamat masih terus menyisir puing-puing bangunan untuk memastikan tidak ada warga sipil yang terjebak pasca-ledakan.
Selain serangan udara, militer Israel juga dilaporkan melakukan operasi penghancuran struktur bangunan secara masif di wilayah Hanin.
Ledakan berskala besar juga terjadi di Chihine sebagai bagian dari strategi militer darat yang memicu kepanikan warga lokal.
National News Agency (NNA) melaporkan bahwa gempuran udara juga menyasar titik-titik vital di kota Hadatha, Braachit, hingga Haris.
Kawasan Alman - Ech Choumariye di distrik Nabatieh tak luput dari sasaran setelah dihujani artileri secara berkala sepanjang hari.
Titik koordinat antara Qana dan Siddiqine juga menjadi target proyektil militer yang menambah daftar panjang kerusakan infrastruktur publik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!